Depok – Dua warga Depok turut menjadi korban tewas dalam kebakaran hebat Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025. Salah satu korban, Siti Sa’adah Wahyu Ningsih (24), yang dikenal sebagai sosok baik, pintar, dan taat orang tua, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.
Siti Sa’adah Wahyu Ningsih dan Rayhansyach Pinago Sipahutar (24), keduanya warga Depok, meregang nyawa bersama 20 korban lainnya dalam insiden tragis tersebut. Total, kebakaran itu merenggut 22 korban jiwa.
Rekan korban, Andita (23), melayat ke rumah duka di Gang Damai RT. 3 RW. 5 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, pada Rabu malam, 10 Desember 2025. Andita mengenang almarhumah sebagai sosok yang sopan dan aktif dalam organisasi kampus Pakuan Bogor.
“Kalau ke orang tua juga taat banget, tidak berani bohong. Almarhumah pintar juga, pernah juara lomba,” tutur Andita. Ia menambahkan bahwa Siti adalah teman yang sangat baik.
Andita mengetahui kabar meninggalnya Siti dari temannya yang menginformasikan adanya kebakaran di Cempaka Baru. Ia lantas mencoba mencari keberadaan Siti, yang diketahuinya bekerja di gedung tersebut.
“Saat itu saya tahu Siti kerja di sana, cuma tidak tahu yang kebakaran Gedung Terra Drone, terus pas tanyain dan di-chat tidak bisa, sampai jam 10 (siang) masih tidak ada kabar. Sampai dapat Instagram orang-orang sini, dikabarin jam 11-12-an ternyata Siti sudah tidak ada,” cerita warga Bogor itu.
Sejak siang hari, keluarga dan kerabat almarhumah Siti Sa’adah Wahyu Ningsih telah menanti kedatangan jenazah. Sebuah karangan bunga dari Wali Kota Depok Supian Suri dan Cing Ikah terpampang di jalan, seberang rumah duka.
Sekitar pukul 19.40 WIB, ambulans yang membawa jenazah Siti tiba. Tangisan pun pecah saat jenazah diturunkan dan dibawa masuk ke dalam rumah duka, menambah suasana haru dan duka mendalam.
Ayah almarhumah, Wahyu Raharjo, mengaku tidak memiliki firasat apapun sebelum kejadian nahas itu. Namun, sang istri sempat mengeluh sesak napas sehari sebelum anak sulungnya tewas.
“Dada istri saya sesak, sesak napas dan sakit banget katanya, tidak tahu kenapa itu, sebelumnya tidak ada, kirain angin begitu ya,” ujar Wahyu. Ia juga mengenang sebuah ucapan lama dari putrinya, “Ibu, Mbak kayaknya enggak kuat kalau ditinggal, mendingan Mbak yang duluan.”
Rencananya, jenazah Siti Sa’adah Wahyu Ningsih akan dimakamkan pada malam itu juga di Makam Rawageni, Kecamatan Cipayung, Depok.







