Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto meminta investor untuk tidak panik.
Permintaan ini menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 8 persen pada Rabu (28/1/2026).
IHSG sempat menyentuh angka di atas 9.000, sebelum akhirnya merosot tajam di bawah 8.300.
Akibat pelemahan drastis ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt untuk menenangkan pasar.
Airlangga menyatakan pemerintah akan segera menggelar rapat untuk membahas penurunan IHSG yang signifikan ini.
“IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan yang lain, besok lah kita jadwalkan,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Menurut Airlangga, ambruknya IHSG tidak hanya disebabkan oleh faktor penghitungan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Ia juga menyoroti kebijakan BEI sebagai pengelola bursa. “Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi,” ujarnya.













