Jakarta – Harga plastik di berbagai daerah melonjak hingga 80 persen. Pemicunya adalah gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah akibat konflik.

Pedagang melaporkan kenaikan harga antara Rp8.000 hingga Rp10.000.

Kantong kresek ukuran 24, misalnya, naik dari Rp13.000 menjadi Rp20.000 per pak.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan pemerintah sedang membahas langkah mitigasi. Tujuannya menjaga keberlangsungan UMKM.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman, Senin (6/4/2026).

Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan. Mereka akan menentukan langkah tepat mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik.

Komisi VI DPR RI mendesak pemerintah segera intervensi pasar. Ini dilakukan untuk melindungi UMKM dari dampak kenaikan harga plastik.

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, meminta Kementerian Perdagangan mengambil langkah strategis. Tujuannya mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan baku.

“Pemerintah perlu segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional agar ketergantungan terhadap pasokan global bisa dikurangi,” ujar Firnando.

Gangguan distribusi nafta dan lonjakan harga minyak global menjadi pemicu utama kenaikan harga plastik. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku UMKM.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *