Ecozone

Harga Batubara Stabil, Kinerja Baramulti Diprediksi Terus Menguat

17
×

Harga Batubara Stabil, Kinerja Baramulti Diprediksi Terus Menguat

Sebarkan artikel ini
f0a96d46f5e186131dda32492bd9ede8.jpg
f0a96d46f5e186131dda32492bd9ede8.jpg

Jakarta – Kinerja keuangan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) diproyeksikan akan terus menunjukkan tren pemulihan pada periode mendatang. Optimisme ini muncul seiring dengan stabilisasi harga komoditas batubara di pasar global serta upaya efisiensi operasional yang terus dilakukan oleh pihak perusahaan.

Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, mengungkapkan bahwa prospek kinerja emiten tersebut masih mendapatkan dukungan kuat dari harga batubara yang mampu bertahan di level di atas US$ 65 per ton. Selain itu, permintaan dari pasar kawasan Asia yang dinilai relatif solid turut menjadi katalis positif bagi perusahaan.

Menurut Sukarno, pemulihan kinerja BSSR berpotensi berlanjut dengan adanya dukungan dari stabilisasi harga batubara tersebut. Permintaan dari Asia yang masih solid serta langkah efisiensi operasional yang diterapkan perseroan dinilai mampu menjaga profitabilitas perusahaan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Kendati demikian, Sukarno memberikan catatan bahwa harga batubara saat ini memang belum kembali ke level siklus puncaknya. Namun, ia menekankan bahwa struktur biaya yang kompetitif membuat kinerja BSSR tetap memiliki daya tahan atau resilien yang baik.

Pandangan senada disampaikan oleh Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi. Ia menilai bahwa keberlanjutan pemulihan kinerja BSSR sangat bergantung pada pergerakan harga batubara di masa depan.

Wafi menjelaskan bahwa pemulihan dapat terus berlanjut apabila harga batubara tetap bertahan di atas level US$ 65 per ton. Ia menyebut efisiensi sebagai bantalan tambahan bagi perusahaan, namun tetap mengingatkan adanya risiko utama yang perlu diwaspadai, yakni potensi penurunan permintaan dari negara importir besar seperti China dan India.

Dari sisi pengembangan bisnis, BSSR tercatat telah merealisasikan belanja modal atau capex sebesar US$ 26,3 juta. Dana tersebut difokuskan untuk kegiatan akuisisi lahan serta pengembangan eksplorasi melalui anak usaha, yakni PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Sukarno memandang akuisisi lahan tersebut sebagai langkah strategis bagi perusahaan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan cadangan batubara sekaligus memperpanjang umur tambang. Langkah ini dinilai memberikan fleksibilitas operasional serta peluang untuk menambah sumber daya baru bagi perseroan.

Di sisi lain, Wafi berpendapat bahwa dampak dari belanja modal terhadap peningkatan cadangan akan membutuhkan waktu untuk terlihat. Menurutnya, capex tersebut berpotensi memperpanjang umur tambang AGM jika eksekusinya tepat. Namun, ia menilai dampaknya terhadap basis cadangan baru akan terlihat setelah hasil eksplorasi terkonfirmasi, sehingga saat ini masih terlalu dini untuk sepenuhnya tercermin dalam valuasi perusahaan.

Terkait peran AGM, Sukarno menyebut keberhasilan eksplorasi di sana berpotensi meningkatkan cadangan dan memperpanjang umur tambang secara signifikan. Sementara itu, Wafi menilai kontribusi AGM lebih bersifat jangka panjang. Ia melihat AGM sebagai kendaraan eksplorasi yang menarik, namun merupakan opsi jangka panjang dengan cakrawala waktu tiga hingga lima tahun sebelum memberikan kontribusi nyata terhadap produksi dan kinerja keuangan secara keseluruhan.

Mengenai aspek regulasi, kebijakan ekspor satu pintu dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap fundamental BSSR dalam jangka panjang. Meski demikian, Wafi mengingatkan adanya potensi hambatan dalam jangka pendek. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah friksi administratif dan risiko keterlambatan volume penjualan pada semester kedua tahun ini, mengingat kepastian regulasi yang belum sepenuhnya tuntas.

Sebaliknya, Sukarno menilai bahwa kebijakan tersebut justru berpeluang meningkatkan transparansi dan efisiensi tata niaga ekspor dalam jangka panjang. Terkait rekomendasi saham, Sukarno memberikan peringkat trading buy untuk BSSR dengan target harga berada di kisaran Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per saham.

edff5eeaaf23eb9c3fcba6bfda77028c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – SINGAPURA. Penyedia indeks global MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan tentang status pasar negara berkembang Indonesia pada Selasa (23/6/2026). Pengumuman ini sangat dinantikan karena dapat memberikan dorongan pada pasar yang sedang tertekan atau memberikan pukulan lain bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Pada bulan Januari 2026, MSCI menyoroti kekhawatiran tentang transparansi dan memperingatkan potensi penurunan peringkat…

fd9c9a437e9a7a6c7115f985bf0836fb.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index. Tak hanya itu, PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) juga dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Micro Cap Index FTSE Russel mengatakan, kebijakan itu akan efektif pada 22 Juni 2026 dikarenakan saham tersebut tercatat di Papan…

bd8bb1c4e5382b4a232b20bf84a88302.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memperluas lini bisnisnya dengan masuk lebih dalam ke pasar permen gummy. ADES menargetkan produksi produk gummy secara mandiri mulai berjalan pada kuartal III-2026 seiring rampungnya pembangunan pabrik baru. Ekspansi usaha baru yang akan dilakukan oleh ADES yaitu dengan merambah ke bidang industri kembang gula, yang mencakup usaha pembuatan berbagai jenis kembang gula berbahan…

e8d447211ae8e273bc52549454a1c297.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang resmi disahkan dinilai menjadi angin segar bagi industri kripto. Revisi UU P2SK ini memuat 17 pokok materi pengaturan yang menjadi fokus perubahan, termasuk penguatan industri kripto. Salah satu pedagang aset keuangan digital, Bittime, menyambut baik revisi UU P2SK ini sebagai langkah penting dalam memperkuat industri keuangan nasional,…