Berita

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada di Malam Hari

101
×

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada di Malam Hari

Sebarkan artikel ini
d8922f1d0e3a433811ed8c518b9e8ab9.jpg
d8922f1d0e3a433811ed8c518b9e8ab9.jpg

Padang – Gunung Marapi di Sumatra Barat kembali meletus pada Minggu malam, 7 September 2025, pukul 20.16 WIB. Letusan tersebut menyemburkan abu vulkanik dengan tinggi kolom mencapai 1,2 kilometer dari puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ini terpantau mengarah ke timur laut.

Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, melaporkan bahwa erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 54 detik. Laporan tersebut ditujukan kepada Badan Geologi yang berkantor di Bandung.

Sebelumnya, gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini juga meletus pada Kamis malam, 4 September 2025, pukul 21.44 WIB. Letusan tersebut tidak teramati secara visual, namun seismograf mencatat getaran dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi 44 detik. Pada Ahad malam, 31 Agustus 2025, Marapi juga erupsi sekitar pukul 19.33 WIB, memuntahkan abu vulkanik setinggi 800 meter dari puncak kawah dengan durasi 56 detik dan amplitudo maksimum 30,2 milimeter.

Sejak Januari 2025, Gunung Marapi telah erupsi sebanyak 92 kali. Marapi dikenal sebagai gunung api bertipe stratovolcano, yang terbentuk dari tumpukan lapisan lava dan abu vulkanik akibat letusan berulang.

Saat ini, Badan Geologi telah menetapkan status Gunung Marapi pada Level II atau Waspada. Dengan status ini, masyarakat sekitar dan wisatawan dilarang memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek, yang merupakan pusat aktivitas gunung. Ahmad Rifandi menambahkan, “Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).”