Flores Timur – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur masih berpotensi erupsi. Aktivitas gunung api tersebut menunjukkan adanya penggembungan pada tubuh gunung, serta saat ini berada pada status Level IV atau Awas.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa data Global Navigation Satellite System (GNSS) periode pengamatan 14 hingga 15 Oktober 2025 menunjukkan adanya kenaikan signifikan pada komponen vertikal. Kondisi ini menjadi indikator migrasi magma dari kedalaman menuju permukaan, menandakan tekanan kuat masih terjadi di dalam gunung api.

“Sehingga tubuh gunung api mengalami penggembungan dan masih dapat berpotensi terjadi erupsi,” ujar Wafid dalam keterangannya pada Kamis (16/10/2025). Ia menambahkan, peningkatan aktivitas gunung api tersebut terpantau dalam dua hari terakhir.

Pada Selasa, 14 Oktober, Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi pukul 23.37 Wita. Erupsi ini didahului oleh 45 gempa vulkanik dalam dan satu gempa tektonik lokal. Material dimuntahkan ke segala arah dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 9.000 meter.

Erupsi kedua terjadi pada Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 01.35 Wita. Suara dentuman saat erupsi terdengar hingga Lewolaga, sekitar 30 kilometer dari pusat erupsi. Kejadian ini juga diiringi petir vulkanik dan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 10.000 meter.

Gunung api bertipe strato ini kemudian kembali erupsi, memuntahkan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 8.000 meter. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Wafid menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki ditetapkan pada Level IV (Awas).

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Pembatasan aktivitas juga berlaku dalam radius 7 kilometer sektoral ke arah barat laut dan timur laut dari pusat erupsi demi keselamatan.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *