Jakarta – Generasi Y mendominasi kursi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, lebih dari separuh ASN adalah generasi yang lahir antara tahun 1977 hingga 1994.
Data BKN per 1 September 2025 menunjukkan, 57 persen dari total 5.359.209 ASN adalah Generasi Y.
Kondisi ini menuntut perubahan dalam metode pembelajaran dan pengembangan kompetensi para ASN.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq, menekankan pentingnya adaptasi metode pengajaran bagi Widyaiswara.
“Transformasi birokrasi menuntut proses pembelajaran yang adaptif terhadap karakter lintas generasi,” kata Taufiq, Minggu (16/11/2025).
Generasi X (1965-1976) menempati 30 persen dari total ASN.
Sementara itu, Generasi Z (1995-2010) sebesar 12 persen, dan Baby Boomers (1946-1964) hanya 1 persen.
Taufiq menjelaskan, Widyaiswara Utama harus merespons perubahan birokrasi dengan inovasi dalam kurikulum dan metode penyampaian materi.
Ia mencontohkan, Generasi X menghargai struktur dan pengalaman. Generasi Y responsif terhadap kolaborasi dan fleksibilitas. Generasi Z membutuhkan pendekatan digital dan interaktif.
Taufiq berharap, 7 Widyaiswara yang dikukuhkan dapat menjadi pilar peningkatan kualitas aparatur yang adaptif dan profesional.






