Berita

DKI Tunggu Kajian Pusat soal Tanggul Laut Raksasa

126
×

DKI Tunggu Kajian Pusat soal Tanggul Laut Raksasa

Sebarkan artikel ini
dki-tunggu-kajian-pusat-soal-pembangunan-tanggul-laut-raksasa
dki tunggu kajian pusat soal pembangunan tanggul laut raksasa

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini menunggu hasil kajian dari pemerintah pusat terkait rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di utara Pulau Jawa. Proyek ini merupakan bagian penting dari penanggulangan banjir rob di pesisir Jakarta.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek strategis ini.

“Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta masih menunggu kajian lebih rinci yang saat ini masih ada di Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” kata Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto, Rabu (24/9).

Pembangunan tanggul laut raksasa ini merupakan bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase B. Saat ini, pekerjaan NCICD masih berada di Fase A yang berlokasi di pesisir pantai dan muara sungai.

Pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD Fase A terus berjalan. Hingga September 2025, tercatat 9,4 km tanggul pengaman pantai telah terealisasi dari total trase kewenangan Pemprov DKI Jakarta sepanjang 28,279 km, berdasarkan MoU per Juni 2025.

“Dengan demikian, maka terdapat 11,5 km tanggul dari total 39 km trase kritis masih terus dikerjakan pembangunannya,” jelas Alfan.

Pelaksanaan pembangunan NCICD terbagi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA. Pengerjaan NCICD Fase A oleh Dinas SDA fokus pada area pengaman pantai, garis pantai, dan muara kali.

Tujuan pembangunan tanggul pantai sebagai bagian dari proyek NCICD Fase A adalah mengatasi banjir rob di pesisir Jakarta dan diproyeksikan selesai pada 2030.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung proyek pembangunan tanggul laut raksasa dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Selasa (23/9). Prabowo menyebut pembangunan tanggul laut raksasa itu diperkirakan akan memakan waktu hingga 20 tahun.

“Untuk itu, kami harus membangun tanggul laut raksasa sepanjang 480 kilometer,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan tidak ada pilihan lain bagi Indonesia untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Ia menyebut kenaikan permukaan laut di pesisir utara Jakarta meningkat lima sentimeter setiap tahunnya.

“Bisakah anda bayangkan dalam 10 tahun? Bisakah anda bayangkan, dalam 20 tahun?” ucapnya.