Makassar – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Prof ER, membantah tudingan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi yang ditolongnya saat tidak sadarkan diri. Kasus ini bahkan sampai ke polisi.
ER menegaskan bahwa tindakannya adalah upaya pertolongan pertama atas dasar kemanusiaan. Ia membantah memiliki niat atau motif seksual.
Kejadian bermula saat ER melihat seorang perempuan tergeletak di pinggir jalan depan rukonya, Sabtu (31/1). Perempuan itu dalam kondisi tidak sadarkan diri dan ditopang oleh seorang pria.
Rekan kerja perempuan itu meminta bantuan ER untuk mengangkat korban ke dalam ruko. Menurut ER, perempuan itu bekerja di kios depan rukonya.
“Dalam kondisi terik matahari pinggir jalan, saya melihat tidak ada tempat yang memberi pertolongan pertama, kecuali di dalam ruko,” jelasnya.
Setelah di dalam ruko, ER keluar untuk menutup tempat jualan rekan kerja wanita tersebut. Korban dijaga oleh keponakan ER.
ER mengaku sempat melihat sayatan di tangan wanita itu dan mencoba melihat lebih jelas.
“Saya kembali melihat lebih dekat, jangan sampai telah terjadi pendarahan sebelumnya. Saya memanggil ‘Hei, hei, sadar ki’ disaksikan langsung oleh ponakan perempuan saya yang tinggal di ruko,” katanya.
ER juga mengaku sempat menurunkan baju wanita itu karena terlipat saat digotong. Namun, wanita itu kemudian sadar dan menuduhnya melakukan perbuatan cabul.
“Saya menyingsingkan jilbabnya dengan menepis bagian depan pada area pernapasan. Kemudian menepuk-nepuk kepala bagian samping kiri. Saya turunkan baju bagian bawah yang terangkat. Lalu dia keluar dari ruko dan tiba-tiba menunjuk-nunjuk saya sambil berkata ‘lecehkan saya’,” pungkasnya.














