Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) akan melibatkan unsur masyarakat sipil dalam tim investigasi kasus keracunan massal makanan bergizi gratis (MBG) yang akan dibentuk dalam waktu dekat. Langkah ini diambil menyusul lonjakan signifikan korban keracunan yang mencapai 4.711 orang dari 45 kasus hingga September 2025.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyatakan perwakilan masyarakat sipil ini akan melengkapi tim BGN yang terdiri dari para ahli kesehatan, ahli kimia, dan farmasi. “Kami akan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak,” kata Nanik melalui pesan tertulis pada Rabu, 24 September 2025.
Nanik belum mengungkapkan elemen masyarakat sipil mana yang akan direkrut. Ia hanya menyebut perwakilan ini nantinya akan bergabung dengan tim investigasi BGN.
Meskipun demikian, tim investigasi BGN sendiri, meski belum terbentuk secara resmi, sedang dalam proses pembentukan organisasi pekan ini. Nanik menyebut pihaknya telah bekerja secara maraton.
Secara konsep, tim investigasi BGN ini rencananya akan langsung turun ke lokasi keracunan MBG. Tujuannya adalah mempercepat proses penyelidikan yang selama ini dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kami akan menginvestigasi juga dapur-dapur, apakah sudah menjalankan standar prosedur operasional memasak dengan benar,” tambah Nanik.
Usulan pelibatan masyarakat sipil ini sebelumnya datang dari Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Charles Honoris. Charles menilai keberadaan masyarakat sipil akan memberikan perspektif lain yang objektif.
“Kami berharap agar tim investigasi ini melibatkan masyarakat sipil yang bisa objektif dan melakukan penilaian berdasarkan fakta-fakta empiris,” ujar Charles saat ditemui di Kompleks DPR, Jakarta, pada Selasa, 23 September 2025.







