Jakarta – Korban tewas akibat banjir dan longsor di Sumatra mencapai 770 jiwa. Ratusan lainnya masih hilang dan dalam pencarian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoreksi data sebelumnya yang menyebutkan 810 korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memastikan data ini telah diverifikasi oleh posko terpadu.
“Total korban meninggal dunia yang sudah tervalidasi dan terverifikasi itu 770 jiwa dan korban hilang dalam pencarian 463 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Rabu (3/12).
Aceh menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 277 jiwa, dan 193 orang hilang.
Sumatra Utara mencatat 299 korban meninggal dan 159 orang hilang.
Sementara itu, di Sumatra Barat, 194 orang meninggal dan 111 lainnya masih dinyatakan hilang.
Meski banyak desakan, pemerintah belum menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan penanganan bencana telah dilakukan secara nasional.
“Seluruh kementerian/lembaga diperintahkan oleh Bapak Presiden termasuk TNI-Polri, BNPB dan semua komponen untuk mengerahkan sumber dayanya semaksimal mungkin menangani bencana di Sumatera,” ujar Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/12).







