Cirebon – Banjir yang merendam petak jalan Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, berdampak pada perjalanan kereta api.
Peristiwa yang terjadi Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 23.10 WIB ini, memengaruhi wilayah Daop 3 Cirebon pada Sabtu (17/1/2026).
Banjir mengganggu perjalanan kereta api lintas utara. Dampaknya meluas ke Cirebon dengan pengalihan rute dan pembatalan sejumlah perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon melakukan penyesuaian operasi. Perjalanan dari jalur utara dialihkan ke jalur selatan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang,” kata Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, Sabtu (17/1/2026).
KA 30F Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dialihkan melalui Tegal–Prupuk–Solobalapan–Gundih.
KA 92 Jayabaya relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi memutar melalui Tegal–Prupuk–Kroya–Solo–Gundih–Gambringan. KA 96 Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi memutar melalui Tegal–Prupuk–Kroya–Solo–Gundih.
Sejumlah perjalanan KA dibatalkan. Di antaranya KA 216 Kaligung relasi Brebes–Semarang Poncol dan KA 217 Kaligung relasi Semarang Poncol–Cirebon Prujakan.
Pembatalan juga terjadi pada KA 23 Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir, KA 24 Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang, KA 218 Kaligung relasi Cirebon Prujakan–Semarang Poncol, serta KA 213 Kaligung relasi Semarang Poncol–Brebes.
“Seluruh jajaran KAI bekerja agar perjalanan kereta api kembali normal,” ujar Muhibbuddin.







