Berita

Banjir-Longsor Sumut: 290 Meninggal, Ratusan Hilang, Ribuan Mengungsi.

138
×

Banjir-Longsor Sumut: 290 Meninggal, Ratusan Hilang, Ribuan Mengungsi.

Sebarkan artikel ini
ef6378303a0d714cd46f2ace9ab97f57.jpg
ef6378303a0d714cd46f2ace9ab97f57.jpg

Medan – Korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara sejak Senin (24/11/2025) terus bertambah. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut per Selasa (2/12/2025) pukul 08.00 WIB mencatat, total 290 orang meninggal dunia.

Selain itu, tercatat 154 jiwa masih hilang, 614 orang terluka, dan sebanyak 538.792 jiwa terpaksa mengungsi. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati.

Hingga saat ini, Sri Wahyuni menyebutkan bahwa 17 daerah di Sumatera Utara masih terdampak musibah ini.

Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi lokasi terparah dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 86 orang. Di wilayah ini, 508 orang mengalami luka-luka, 85 orang dinyatakan hilang, dan 7.382 warga masih bertahan di pengungsian.

Posisi kedua daerah terdampak paling parah adalah Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan 79 korban meninggal dunia, 38 orang hilang, 49 orang luka-luka, dan 5.366 warga mengungsi.

Sementara itu, Kota Sibolga menduduki peringkat ketiga dengan 47 korban meninggal dunia, 12 orang hilang, 45 orang luka, dan sebanyak 17.824 warga mengungsi.

Menyikapi bencana ini, tim SAR gabungan terus bergerak mencari korban yang hilang. Mereka juga menyalurkan bantuan melalui jalur udara ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi akibat dampak banjir dan longsor.

Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung lokasi bencana di Tapanuli Tengah. Kunjungan ini bertujuan memastikan kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan penuh bagi warga yang terdampak.

“Prioritas kita sekarang bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang diperlukan terutama BBM yang sangat penting,” ujar Prabowo saat peninjauan pada Senin (1/12/2025). Ia juga menambahkan, listrik diperkirakan akan segera pulih di semua area dan upaya penembusan desa-desa yang terisolasi akan terus dilakukan.