Jakarta – Aksi buruh perempuan memperingati Hari Perempuan Internasional digelar serentak di berbagai daerah pada 7-9 Maret 2026.
Mobilisasi aksi tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga di sejumlah wilayah lain dengan beragam bentuk kegiatan.
Wakil Presiden Bidang Pekerja Rumah Tangga, Perempuan, dan Pekerja Migran dari Partai Buruh, Jumisih, mengungkapkan tema tahun ini adalah politik reproduksi sosial perempuan.
Tema ini diangkat sebagai bentuk kontribusi perempuan terhadap peradaban bangsa.
Menurutnya, aksi ini adalah wujud penghargaan terhadap perempuan kelas pekerja yang berperan di berbagai sektor kehidupan.
“Pekerja perempuan tidak hanya berada di sektor industri atau pabrik, tetapi juga tersebar di berbagai bidang pekerjaan,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Jumisih menjelaskan bahwa Jakarta menjadi salah satu titik utama mobilisasi aksi.
Organisasi buruh perempuan di berbagai daerah diberikan kebebasan untuk menentukan waktu dan bentuk kegiatan masing-masing selama periode 7–9 Maret.
“Ada yang hari ini seperti di Papua, ada yang besok seperti di Morowali,” katanya.
Selain aksi di Jakarta, buruh perempuan juga dijadwalkan bergabung dengan Aliansi Perempuan Indonesia.
Mereka akan memperingati Hari Perempuan Internasional di Taman Ismail Marzuki pada Minggu, 8 Maret 2026.
Para buruh perempuan berharap isu hak pekerja perempuan, perlindungan sosial, dan pengakuan terhadap kerja-kerja reproduksi sosial semakin mendapat perhatian publik dan pemerintah.







