Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan keterkaitannya dengan pikap Mahindra Scorpio dari India hanya sebatas hibah. Hibah ini diberikan pada Desember 2025 untuk membantu penanggulangan bencana alam di Sumatra.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan hal ini.
Empat unit mobil Mahindra Scorpio diserahkan ke Kemhan. Tujuannya untuk diteruskan ke daerah terdampak di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
“Jadi, empat mobil ini setelah diterima dari Agrinas melalui Mahindra, diterima oleh sekjen Kemhan, kemudian diberikan kepada satuan-satuan yang sedang melakukan penanggulangan bencana di wilayah Sumatera,” kata Rico, Jumat (27/2/2026).
Menurut Rico, kendaraan tersebut langsung dimanfaatkan prajurit TNI. Dukungan diberikan untuk distribusi logistik, obat-obatan, dan mobilisasi personel.
Ia menegaskan hibah itu hanya terjadi satu kali. Seluruh unit sudah disalurkan.
Kemhan juga menegaskan tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam proses pengadaan 105 ribu unit mobil pikap India. Pengadaan ini sedang menjadi perbincangan.
“Jadi, tidak benar bahwa pengadaan itu bagian daripada Kemhan, itu tidak ada,” tegas Rico.
Sebelumnya, kabar mengenai impor oleh Agrinas diumumkan oleh Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M) pada 4 Februari 2026.
M&M mengumumkan akan menyuplai 35 ribu unit pikap Scorpio.
Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengonfirmasi impor 105 ribu mobil dari perusahaan India tersebut.
Ratusan ribu kendaraan tersebut terdiri dari 35.000 unit pikap 4×4 dari M&M, 35.000 unit pikap 4×4, dan 35 ribu unit truk roda enam dari Tata Motors.
Joao menegaskan siap taat pada keputusan pemerintah dan DPR terkait impor mobil pikap asal India. Ia juga siap bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari kebijakan tersebut.







