Jakarta – Kopi Pangku PIK jadi perbincangan karena konsep kontroversialnya. Kedai kopi di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, ini hadirkan hiburan malam tradisional khas Pantura.
Video viral di TikTok dan Instagram memicu perdebatan. Awalnya dianggap gimmick, ternyata kedai ini benar-benar tawarkan “kopi pangku”.
Dalam video, terlihat pelanggan pria ditemani pramusaji wanita yang duduk di pangkuan. Suasana warung pinggir jalan dengan musik keras kontras dengan kawasan elit PIK.
Istilah “pangku” populer sejak 2026, dipicu film dan drama serupa. Hal ini memicu rasa penasaran hingga pertanyaan soal legalitas.
Pengelola PIK dan aparat belum beri pernyataan resmi. Video kedai kopi ini telah ditonton jutaan kali.
Kopi pangku bukan hal baru di Indonesia. Konsep ini sudah lama ada di jalur Pantura, Jawa, dan daerah lain.
Harga kopi pangku lebih mahal, termasuk tarif jasa pramusaji. Warung kopi pangku sering dilengkapi karaoke dan diduga jadi tempat prostitusi terselubung.
Seorang pramusaji mengaku dapat upah Rp800-900 ribu per bulan, ditambah tip. “Saya mempunyai tuntutan ekonomi. Ada keluarga yang harus saya hidupi,” ujarnya.
Fenomena Kopi Pangku PIK tempatkan budaya jalanan Pantura di kawasan elit Jakarta. Publik menunggu sikap aparat terkait legalitas dan pengawasan.







