BeritaNasionalPolitik

DPR: Batubara Dominasi Listrik, Transisi Energi Mendesak!

107
×

DPR: Batubara Dominasi Listrik, Transisi Energi Mendesak!

Sebarkan artikel ini
dpr:-67-persen-listrik-nasional-bergantung-pada-pltu-batubara
dpr: 67 persen listrik nasional bergantung pada pltu batubara

Jakarta – Indonesia masih sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara. Hal ini terjadi di tengah upaya meningkatkan konsumsi listrik nasional.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyoroti kondisi ini. Ia menyebut konsumsi listrik per kapita Indonesia masih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Indonesia tertinggal dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Sugeng menjelaskan total kapasitas pembangkit nasional mencapai 103 gigawatt. Sebanyak 67 persennya berasal dari PLTU batubara.

Dominasi PLTU menyebabkan konsumsi batubara sektor kelistrikan mencapai 220 juta ton per tahun. Setiap 1 gigawatt pembangkit membutuhkan rata-rata 4,6 juta ton batubara.

Konsumsi batubara yang tinggi meningkatkan polusi. Mayoritas batubara yang digunakan PLTU adalah kalori rendah (3.800-4.000 kalori).

“Batubara kita itu 87 persennya adalah kalori rendah dan itulah yang dibakar di PLN,” ujar Sugeng, Sabtu (17/1/2026).

Sugeng menekankan pentingnya pasokan listrik yang bersih. Kenaikan suhu bumi 1,72 derajat Celsius berdampak pada bencana hidrometeorologi.

Banjir rob di Pantai Utara Jawa dan banjir di Sumatera mempertegas urgensi transisi energi.

Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement dan wajib menurunkan emisi. Namun, bauran energi nasional masih didominasi energi fosil (86,3 persen). Energi terbarukan baru berkontribusi 13,7 persen.

Komisi XII DPR RI mendorong transisi energi, termasuk co-firing biomassa di PLTU. Target pengurangan konsumsi batubara adalah 10 juta ton per tahun secara bertahap.

Sugeng menegaskan batubara masih penting untuk kelistrikan nasional. Transisi energi harus realistis agar kecukupan energi dan perlindungan lingkungan berjalan seiring.