Bogor – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap evaluasi teknis program Makan Bergizi Gratis (MBG), menekankan pentingnya peningkatan disiplin prosedur di lapangan. Hal ini menyusul catatan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mencatat adanya insiden sepanjang Desember lalu.
Penegasan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di sela Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
“Bapak Presiden menghendaki agar disiplin prosedur itu ditingkatkan semaksimal mungkin sehingga tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Prasetyo.
Secara umum, menurut Mensesneg, baik dari sisi teknis maupun pendanaan, program MBG dinilai terkendali dan siap dilanjutkan pada 2026 dengan perbaikan tata kelola.
Pemerintah juga memastikan tidak ada kendala anggaran untuk pelaksanaan program MBG pada 2026. APBN 2026 telah mengalokasikan dana sekitar Rp335 triliun untuk mendukung keberlanjutan dan perluasan program tersebut.
“Kalau mengenai anggaran tidak ada masalah karena di dalam APBN 2026 sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program makan bergizi gratis,” kata Prasetyo.














