BeritaPemerintahanPolitik

Satgas Kuala Mengeruk Sungai, Olah Air, Atasi Bencana!

93
×

Satgas Kuala Mengeruk Sungai, Olah Air, Atasi Bencana!

Sebarkan artikel ini
prabowo-restui-pembentukan-satgas-kuala,-ini-tugasnya
prabowo restui pembentukan satgas kuala, ini tugasnya

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala. Satgas ini akan fokus mengeruk sungai dangkal akibat lumpur di daerah bencana.

Selain itu, satgas juga bertugas mengolah air berlumpur menjadi air bersih. Usulan pembentukan satgas ini datang dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Pada Kamis (1/1/2026), Sjafrie memaparkan strategi pengerukan sungai yang bermuara ke laut kepada Presiden Prabowo. Penjelasan disampaikan saat rapat di Aceh Tamiang.

Menurut Menhan, pengerukan (dredging) dapat mengangkut lumpur di dasar sungai. Hal ini juga mempermudah membawa alat berat ke daratan.

“Sungai Tamiang, contohnya, mengalami pendangkalan. Kita lakukan dua kegiatan sekaligus, pendalaman dan membawa alat berat,” kata Sjafrie.

“Sehingga dia bisa masuk sampai ke (dekat daratan), sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Ini upaya besar yang harus kita kerjakan,” lanjutnya.

Menhan juga telah berkoordinasi dengan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita terkait operasi ini.

“Tidak hanya di Tamiang, tetapi di Bireuen juga harus kita kerjakan. Jadi, di Aceh kita lakukan itu,” ujarnya.

“Kita lihat lagi, kalau ada di Sibolga, umpamanya. Jadi, dari laut kita sudah lakukan pendalaman sampai ke sungai sehingga kapal tidak perlu lagi taruh alat berat digendong pakai jalur darat, tetapi dia langsung ke titik terdekat,” sambungnya.

Presiden Prabowo menyambut baik usulan Menhan Sjafrie. Ia juga menyebut beberapa gubernur menyampaikan usulan serupa.

“Kuala-kuala itu, kita akan normalisasi. Kita bongkar itu ya,” kata Presiden Prabowo.

“Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering,” lanjutnya.

“Mungkin dari (BUMN-BUMN) karya, dari PU (Pekerjaan Umum, red.), dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini kan engineering work skala besar ya,” ujar Presiden Prabowo.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan soal pemanfaatan alat penambang di Bangka Belitung. Alat tersebut biasa digunakan untuk dredging.