Jakarta – Warta Ekonomi Group kembali menggelar Indonesia CEO Excellence Award 2025. Ajang ini memberikan apresiasi bagi para CEO yang dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan visioner, adaptif, dan berdampak nyata.
CEO Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, menjelaskan seleksi dilakukan melalui riset komprehensif. Metodologi riset terus berevolusi seiring perkembangan bisnis.
“Penilaian kami didasarkan pada kinerja keuangan perusahaan dengan periode evaluasi enam hingga 12 bulan terakhir, keberlanjutan pertumbuhan, serta stabilitas bisnis,” ujar Ihsan, Selasa (30/12/2025).
Data dihimpun dari informasi publik, laporan resmi perusahaan, pemberitaan media, termasuk media sosial. Aktivitas digital dan komunikasi korporasi selama setahun terakhir juga jadi pertimbangan.
Ihsan menambahkan, metodologi penghargaan ini telah berkembang lebih dari satu dekade. Awalnya, survei nasional berbasis persepsi publik digunakan.
Namun, pendekatan tersebut dinilai belum mampu membedakan secara objektif antara kualitas perusahaan dan popularitas.
“Karena itu, kami melakukan penyesuaian metodologi dengan memprioritaskan media monitoring dan riset berbasis data,” jelasnya.
Hasilnya, spektrum perusahaan penerima penghargaan kini jauh lebih beragam dan mencerminkan kinerja yang sesungguhnya.
Terdapat tiga dimensi utama penilaian dalam Indonesia CEO Excellence Award 2025. Pertama, innovation and creativity.
Dimensi ini menilai kemampuan CEO dalam mendorong inovasi bisnis, strategi baru, serta kepemimpinan transformasi digital.
Kedua, inclusive impact dan sustainability leadership. Dimensi ini menitikberatkan pada penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Ketiga, collaboration synergy. Dimensi ini menilai kemampuan CEO membangun kolaborasi di tengah ekosistem bisnis yang semakin kompleks.
Hasil riset menunjukkan 85 perusahaan telah memenuhi kriteria innovation and creativity secara komprehensif. Sementara 72 perusahaan baru memenuhi sebagian indikator.
Untuk aspek sustainability leadership, sekitar 68 persen perusahaan dinilai telah memenuhi kriteria. Masih terdapat 31,7 persen yang perlu memperkuat kepemimpinan berbasis dampak dan keberlanjutan.
Aspek collaboration synergy mencatat tingkat pemenuhan tertinggi, yakni 93,8 persen.
Mayoritas CEO penerima penghargaan berasal dari sektor keuangan. Kontribusi perbankan sebesar 18 persen, asuransi 17 persen, multifinance 9 persen, disusul sektor industri lainnya sebesar 22 persen.
Temuan ini menegaskan peran penting industri keuangan dan literasi keuangan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyampaikan optimisme pemerintah. Ia yakin dunia usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah menjalankan tiga mesin pertumbuhan ekonomi. Mesin konvensional (manufaktur, pariwisata, dan perdagangan), mesin ekonomi digital, serta mesin pertumbuhan baru seperti semikonduktor dan bioteknologi.
“Melalui program Gig Economy, pemerintah mendorong pemberdayaan talenta digital nasional agar dapat menjadi mitra strategis dunia usaha,” ujarnya.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia optimistis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 5,4 persen pada 2026. Bahkan menuju negara maju sebelum 2045.
Ali juga mengajak para CEO memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. Tidak hanya melalui diskusi formal, tetapi juga melalui eksekusi nyata.
Indonesia CEO Excellence Award 2025 menegaskan kepemimpinan CEO tidak lagi diukur semata dari kinerja finansial. Tetapi juga keberanian mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, kolaborasi, serta kontribusi terhadap keberlanjutan dan kemajuan ekonomi nasional.
Warta Ekonomi Group berharap ajang ini dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi para pemimpin bisnis. Tujuannya, membangun perusahaan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.














