Jakarta – Lebih dari 16 ribu keluarga korban bencana di Sumatera memilih menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) ketimbang tinggal di hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerima data lengkap penerima DTH dari pemerintah daerah.
“Saat ini yang sudah kami terima itu sudah 16.264 KK nama yang sudah by name, by address,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Data penerima DTH ini, lanjut Abdul, sesuai dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Hal ini memudahkan proses pencairan dana tanpa mengharuskan penerima menunjukkan KTP. Setiap keluarga akan menerima Rp 600 ribu per bulan.
Penyaluran DTH akan dilakukan melalui bank-bank Himbara yang telah ditunjuk di masing-masing provinsi. Bank akan bekerja sama dengan RT hingga kelurahan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Saat ini posisi rekening sudah dibuka, yang 16.264 itu sudah dibuka di bank Himbara. Mulai besok hingga Jumat itu pihak bank bersama pemerintah kecamatan, desa, ini mulai akan turun,” jelas Abdul.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengklaim pembangunan hunian sementara bagi korban bencana Sumatera telah berjalan.
“Sebagian sudah selesai,” ujarnya dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Menurut Pratikno, sebanyak 1.050 huntara telah dibangun oleh BNPB, Danantara, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rinciannya, 450 unit dikerjakan oleh BNPB dan 600 unit oleh Danantara bersama BUMN.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga mengklaim telah memulihkan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak. Dari 52 kabupaten/kota terdampak, 14 di antaranya telah kembali normal jaringan telekomunikasinya.
Untuk 38 kabupaten/kota yang masih terkendala jaringan, pemerintah telah mengirimkan 280 unit Starlink. Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan komunikasi di tiga provinsi tersebut.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu masih menyisakan duka. Data terbaru BNPB mencatat jumlah korban jiwa mencapai 1.140 orang.
Korban jiwa terbanyak berada di Aceh (513 orang), disusul Sumatera Utara (365 orang), dan Sumatera Barat (262 orang).







