Padang – Rendang, makanan khas Sumatera Barat, menjadi amunisi bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Tim Penggerak PKK Sumatera Barat (Sumbar) menggagas program “Marandang untuk Sumatera” untuk mewujudkan hal tersebut.

Program ini menyasar korban bencana di Sumbar, Aceh, dan Sumatera Utara.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai wujud solidaritas dan gotong royong.

“Inisiatif ini menunjukkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat Sumatera Barat membantu korban bencana, tidak hanya di Sumbar, tetapi juga di Aceh dan Sumatera Utara,” kata Mahyeldi.

Ketua TP PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi, menjelaskan produksi rendang dipusatkan di Istana Gubernuran.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TP PKK, organisasi perempuan, relawan, dan masyarakat umum.

“Marandang untuk Sumatera” menargetkan produksi rendang hingga satu ton.

Hingga saat ini, sekitar 200 kilogram rendang telah diproduksi dan disalurkan ke sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Pendistribusian rendang ke Aceh dan Sumatera Utara akan dimulai secara bertahap pada 20 Desember 2025.

Penyaluran akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar bantuan tepat sasaran.

“Rendang dipilih karena memiliki daya simpan lama, nilai gizi cukup, serta mudah dibagikan sebagai pangan siap saji bagi korban bencana,” jelas Harneli.

TP PKK Sumbar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini melalui dukungan dana, bahan pangan, atau tenaga.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *