Jakarta – Pemerintah memperkirakan rekapitulasi data rumah rusak akibat banjir membutuhkan waktu beberapa bulan. Hal ini disampaikan usai Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi pengungsi di Sumatera Utara, Sabtu (14/12/2025).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, saat ini pemerintah fokus pada penanganan tanggap darurat.
“Mungkin hitungan bulan ya,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden.
Selain fokus pada tanggap darurat, pemerintah juga mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah juga tengah menginventarisasi lahan negara yang dapat digunakan untuk relokasi warga yang tempat tinggalnya tidak layak huni.
“Dari 52 kabupaten kota yang terdampak sudah kita inventarisir tanah-tanah negara maupun tanah-tanah yang saat ini pengelolaannya diserahkan kepada pihak-pihak tertentu,” jelasnya.
Pemerintah berupaya mempercepat seluruh tahapan penanganan, termasuk relokasi warga terdampak banjir.







