Berita

Korsleting Picu Kebakaran, Sembilan Kontrakan Ludes di Cakung

98
×

Korsleting Picu Kebakaran, Sembilan Kontrakan Ludes di Cakung

Sebarkan artikel ini
korsleting-diduga-bikin-kebakaran-9-kontrakan-terjadi-di-cakung-timur
korsleting diduga bikin kebakaran 9 kontrakan terjadi di cakung timur

Jakarta – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Cakung Timur, Jakarta Timur, Rabu (3/12) malam. Sembilan pintu kontrakan hangus dilalap api.

Diduga kuat, korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran yang merugikan banyak pihak ini.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur langsung bergerak cepat.

Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menjinakkan si jago merah.

“Dugaan sementara, penyebab kebakaran di Cakung Timur ini adalah masalah kelistrikan,” ujar Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Nyaman, di lokasi kejadian.

Menurut keterangan warga setempat, kepulan asap pertama kali terlihat dari salah satu unit kontrakan.

Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain, diperparah dengan material bangunan yang mudah terbakar dan posisi kontrakan yang berdekatan.

Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terlalu besar dan meluas dengan cepat.

Kondisi lingkungan yang padat dan akses jalan yang sempit menjadi kendala bagi petugas pemadam kebakaran.

“Personel kami harus menarik selang terlalu jauh. Dari jalan raya sekitar 1,5 km untuk menggelar selang. Jadi sekitar 40-60 selang,” jelas Nyaman.

Akibatnya, petugas harus bekerja ekstra keras menggelar selang secara manual dari jalan utama.

Kepala Seksi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima pukul 20.14 WIB.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.26 WIB dan langsung memulai pemadaman pada pukul 20.27 WIB.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material diperkirakan cukup besar.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.