Solok – Banjir bandang menerjang Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyebabkan ribuan warga terdampak dan kerusakan signifikan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, langsung meninjau lokasi bencana pada Selasa (2/12/2025).
Mahyeldi menyerahkan bantuan senilai Rp68 juta sebagai bentuk respons cepat pemerintah provinsi.
“Kita sudah mendengar langsung aspirasi warga. Mereka membutuhkan percepatan pemulihan, dan itu sudah kita respon,” kata Mahyeldi.
Wakil Bupati Solok, Chandra, melaporkan, total 14.966 jiwa terdampak banjir bandang ini.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan lahan pertanian.
Rinciannya, 211 rumah rusak berat, 243 rusak sedang, dan 195 rusak ringan.
Selain itu, 643 hektare sawah hancur diterjang banjir.
Di Nagari Muaro Pingai, 521 kepala keluarga (KK) merasakan dampak bencana ini.
Kerusakan meliputi 50 rumah rusak berat, satu jembatan putus, dan dua jembatan rusak.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir dan menormalisasi sungai.
Chandra berharap dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk mempercepat pembangunan kembali akses jalan dan jembatan yang rusak.
Pemprov Sumbar menyatakan komitmen penuh dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.







