Tanah Datar – Ribuan warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir, longsor, dan galodo yang menerjang sejak Jumat (21/11/2025). Bencana ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah.
BPBD Tanah Datar melaporkan, hingga 28 November 2025, sebanyak 27 nagari terdampak.
Hujan lebat disertai angin kencang menjadi penyebab utama meluasnya bencana ini.
Lebih dari 3.347 jiwa merasakan dampak langsung. Sebanyak 3.405 orang mengungsi karena rumah mereka tak lagi aman.
Dua warga meninggal dunia, satu hilang, dan empat lainnya luka-luka akibat bencana.
Kecamatan Batipuh dan Batipuh Selatan menjadi wilayah terdampak paling parah.
Banjir dan longsor merobohkan rumah, merendam lahan, dan menyeret hewan ternak. Ribuan warga dievakuasi di tengah malam.
BPBD mencatat 11 rumah hanyut, 50 rusak berat, dan puluhan lainnya rusak sedang dan ringan.
Infrastruktur publik juga mengalami kerusakan signifikan.
Setidaknya 18 ruas jalan rusak, 5 jembatan putus, dan 10 jembatan rusak, menghambat akses bantuan.
Sektor pertanian juga terpukul. Sebanyak 40 jaringan irigasi dan 434,67 hektare lahan pertanian terdampak.
Sejumlah sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya juga rusak.
BPBD mendirikan Posko Utama Penanggulangan Bencana di Batusangkar. Tujuannya mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan.
Tim gabungan terus menyisir lokasi terdampak. Mereka memastikan tidak ada warga yang terjebak.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengimbau warga tetap waspada. Terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan berlanjut.







