Berita

Banjir dan Longsor Sumatera Barat Tewaskan 12, 12 Ribu Warga Terdampak

194
×

Banjir dan Longsor Sumatera Barat Tewaskan 12, 12 Ribu Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
c1cb5326599433e99f270a382f1502a4.jpg
c1cb5326599433e99f270a382f1502a4.jpg

Padang – Sebanyak 12 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Jumlah korban tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam rapat tingkat menteri secara virtual pada Kamis sore, 27 November 2025.

Vasco Ruseimy menyatakan, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) tengah berupaya mengevakuasi para korban dan membersihkan material akibat bencana ini. Sekitar 12.000 jiwa warga terdampak, dengan titik longsor yang menyebabkan badan jalan amblas serta pohon tumbang di beberapa kabupaten dan kota.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, arus banjir berdebit air besar menerjang sejumlah rumah di bantaran Sungai Minturun. Material batang pohon dan lumpur juga merusak rumah warga di Lubuk Minturun, serta jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, hanyut terbawa arus.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bencana akibat cuaca ekstrem ini berdampak pada 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang. BPBD setempat masih terus melakukan pemutakhiran data dampak bencana hingga sore ini.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi dua siklon tropis yang memengaruhi kondisi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Dua siklon tropis yang terdeteksi itu adalah Siklon Tropis Koto dan Siklon Tropis Senyar.

Merujuk analisis BMKG pada Rabu, Siklon Tropis Senyar terpantau berada di sekitar wilayah Selat Malaka, sebelah timur Aceh. Laju angin maksimum badai ini mencapai 43 knot atau 80 kilometer per jam dengan tekanan udara 998 hPa. Kecepatan siklon ini diprediksi menurun, meski masih dalam kategori 1, dengan mobilitas ke arah barat–barat daya menuju Indonesia.

Pusaran angin dari Siklon Tropis Senyar berpotensi menyebabkan hujan berintensitas sangat lebat atau ekstrem, serta angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara. Potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan terjadi di Sumatera Barat dan Riau. Efek lain yang ditimbulkan adalah gelombang tinggi maksimal 4 meter di Selat Malaka bagian utara, serta Samudera Hindia sebelah barat Aceh hingga Kepulauan Nias.