Berita

Jet Tempur Tejas India Jatuh di Dubai Air Show, Pilot Gugur

68
×

Jet Tempur Tejas India Jatuh di Dubai Air Show, Pilot Gugur

Sebarkan artikel ini
123dfa2c15d0e8b4d91bd01b7cad55b6.jpg
123dfa2c15d0e8b4d91bd01b7cad55b6.jpg

Dubai – Sebuah jet tempur Tejas produksi dalam negeri India jatuh saat pertunjukan udara Dubai Air Show pada Jumat 21 November. Kecelakaan fatal ini menewaskan pilotnya, demikian pernyataan Angkatan Udara India (IAF).

Pesawat tempur tersebut terbang rendah sekitar pukul 14.15 waktu setempat. Pilot sempat melintas di lokasi pertunjukan udara dua tahunan di Dubai beberapa kali sebelum jet itu jatuh dan membentuk bola api, menurut kesaksian seorang saksi mata.

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan kepulan asap hitam di belakang landasan udara yang berpagar. Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai World Central dipadati penonton, dan sirene langsung berbunyi setelah insiden tersebut.

IAF menyatakan penyelidikan sedang dibentuk untuk memastikan penyebab kecelakaan. Sementara itu, Pemerintah Dubai membagikan foto tim pemadam kebakaran yang menyiram puing-puing pesawat yang masih membara. Tim darurat dilaporkan segera menangani situasi di lokasi kejadian.

Kecelakaan ini terjadi pada hari terakhir Dubai Air Show, acara penerbangan terbesar di Timur Tengah yang dimulai pada Senin lalu. Bandara kedua negara-kota itu rutin menjadi tuan rumah pameran dua tahunan ini, yang kerap mencatat pesanan pesawat dalam jumlah besar oleh maskapai seperti Emirates dan FlyDubai.

Jet tempur Tejas adalah pesawat buatan dalam negeri India yang diproduksi oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Ini adalah kecelakaan kedua bagi pesawat bermesin General Electric ini. Kecelakaan sebelumnya terjadi saat latihan di India pada tahun 2024.

Tejas sangat penting bagi upaya India untuk memodernisasi armada angkatan udaranya yang sebagian besar masih mengandalkan pesawat tempur Rusia dan bekas Uni Soviet. Jet ringan bermesin tunggal ini diharapkan memperkuat armada tempur India yang menipis, terutama seiring dengan perluasan kehadiran militer Cina di Asia Selatan, termasuk penguatan hubungan pertahanan dengan rival India, Pakistan.

Pada September lalu, Kementerian Pertahanan India menandatangani kontrak dengan HAL untuk pengadaan 97 jet Tejas baru bagi angkatan udara, dengan pengiriman yang diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027. Sebelumnya pada tahun 2021, Pemerintah India juga meneken kesepakatan dengan HAL untuk 83 pesawat Tejas, namun pengiriman sebagian besar tertunda karena kekurangan mesin yang harus diimpor dari Amerika Serikat.