Fenesia – Warna sering kali menjadi gambaran sifat seseorang, buat feeners yang suka warna ungu ternyata ada fakta unik tentang warna satu ini lho.
Faktanya pada zaman dahulu, zat pewarna kain dibuat dari bahan-bahan alami. Jadi pewarna ungu ini jarang ada dan harganya mahal ya feeners. Hal ini lah kemudian yang membuat hanya keluarga kerajaan atau penguasa yang mampu membelinya.
Selanjutnya warna ungu juga sudah di kaitkan dengan kerajaan sejak berabad-abad lamanya. Pada zaman Raja Cyrus dari Persia, ia memakai pakaian warna ungu sebagai seragam kerajaan.

Selain itu Ratu Elizabeth I di Inggris juga melarang siapa saja memakai pakaian warna ungu, kecuali orang yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan. Kemudian, beberapa kaisar Romawi melarang rakyatnya memakai pakaian warna ungu.
Warna ungu juga di puja di zaman Kekaisaran Bizantium. Para penguasa mengenakan jubah warna ungu dan menandatangani dokumen dengan
tinta ungu. Bahkan anak-anaknya juga digambarkan “lahir dalam warna ungu”. Wah, sepertinya warna ungu ini sangat spesial, nih feeners.
Harga pewarna ungu bisa begitu mahal sampai ada juga penguasa yang menganggapnya terlalu mahal. Pewarna kain warna ungu ini didapatkan dari Tyre, kota perdagangan di Phoenicia. Wilayah Phoenicia ini saat ini adalah negara Lebanon.
Dulu bahan yang digunakan untuk membuat warna ungu adalah moluska kecil yang hanya di dapatkan di laut Mediterania di wilayah Tyre. Karena itu lah warna ungu khas kerajaan juga dikenal dengan nama ‘Tyrian purple’.
Untuk membuat satu gram pewarna ungu, dibutuhkan lebih dari 9.000 moluska, lo. Moluska yang menghasilkan warna ungu ini adalah siput laut Bolinus brandaris.
Jadi untuk feeners pecinta warna ungu jangan malu ya, karena ternyata warna ungu itu berharga dan bernilai ya feeners.














