Jakarta – Aplikasi aset kripto Pintu menjajaki potensi kolaborasi dengan Hong Kong di bidang fintech dan aset digital. Hal ini menyusul kunjungan delegasi Indonesia Chamber of Commerce in Hong Kong (Inachamhk) ke kantor Pintu pada 14 Oktober 2025.
Pertemuan ini dihadiri lebih dari 40 tamu undangan, termasuk Vice President Inachamhk, Brian Chan.
SVP Strategy & Business Pintu, Andy Putra, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai Hong Kong sebagai mitra strategis bagi Indonesia di berbagai sektor.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan membuka peluang kolaborasi,” kata Andy Putra.
Brian Chan mengapresiasi sambutan Pintu. Ia menyatakan kunjungan ini bertujuan untuk memahami lebih dalam ekosistem aset digital dan fintech Indonesia yang berkembang pesat.
Inachamhk sendiri didirikan pada 2017 sebagai jembatan antara komunitas bisnis Indonesia dan Hong Kong. Fokus utamanya adalah memfasilitasi perdagangan, investasi, dan kolaborasi lintas batas.
Pada 2023, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-23 bagi Hong Kong di dunia dan terbesar ke-6 di ASEAN, dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari 3,5 miliar dolar AS.
Hong Kong juga menunjukkan perkembangan signifikan dalam industri kripto. Laporan Chainalysis 2024 mencatat Hong Kong memimpin adopsi kripto di Asia Timur, dengan pertumbuhan volume transaksi mencapai 86 persen.
“Diskusi ini menegaskan bahwa Indonesia dan Hong Kong memiliki kekuatan yang saling melengkapi,” ujar Brian Chan.
Ia menambahkan, populasi Indonesia yang besar dan melek teknologi, dikombinasikan dengan infrastruktur keuangan global Hong Kong, membuka peluang kemitraan yang menjanjikan.







