Flores Timur – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Selasa, 14 Oktober 2025, pukul 21.30 WITA. Peningkatan status ini dipicu oleh aktivitas gempa vulkanik yang sangat signifikan. Berselang dua jam kemudian, gunung api tersebut dilaporkan erupsi dengan semburan kolom abu mencapai 9.000 meter di atas puncak kawah.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa lonjakan gempa vulkanik dalam mengindikasikan peningkatan suplai magma yang bergerak cepat di dalam conduit menuju permukaan kawah. “Suplai magma ini bergerak cepat menuju permukaan sehingga dapat berpotensi erupsi eksplosif,” ujarnya pada Selasa malam, 14 Oktober 2025.
Menurut Wafid, gempa tektonik lokal yang terjadi sehari sebelumnya pada Senin, 13 Oktober 2025, juga selaras dengan pergerakan magma yang mulai naik mendekati permukaan kawah.
Tim petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan letusan terjadi pada pukul 23.37 WITA. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 4 menit 5 detik. Suara dentuman kuat dilaporkan terdengar di Pos PGA Lewotobi Laki-laki.
Dalam dua hari terakhir, aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa pada kedalaman dangkal. Tercatat empat kali gempa guguran, sekali gempa letusan, sembilan kali gempa embusan, sekali gempa harmonik, 23 kali gempa tremor non-harmonik, sekali gempa tornillo, 22 kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, 11 kali gempa tektonik jauh, dan sekali getaran banjir.
Secara visual, gunung api setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kadang terlihat jelas, namun sering juga tertutup kabut tebal. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian sekitar 50-500 meter dari puncak. Gempa letusan dan guguran terekam seismograf, namun tinggi letusan dan warna abu vulkanik tidak teramati secara kasat mata.
Hasil deformasi dari alat tiltmeter menunjukkan pola menurun dengan arah vektor deflasi, sementara sistem navigasi satelit global (GNSS) memperlihatkan tren kenaikan dalam lima hari terakhir. “Kombinasi semua parameter ini mengindikasikan aktivitas suplai magma ke permukaan masih berlangsung,” kata Wafid.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat, serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Petugas juga meminta masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer sektoral barat daya-utara-timur laut dan sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi.







