Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Patriot Bond akan memberikan keuntungan besar bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Dana Rp50 triliun yang terkumpul akan dialokasikan untuk proyek energi baru terbarukan dan konversi sampah menjadi energi.
Keyakinan ini disampaikan Purbaya usai acara Serah Terima Jabatan di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Rabu (12/6/2024) malam.
Purbaya menjelaskan, pengawasan terhadap Patriot Bond dilakukan dari jauh, namun risiko yang ditimbulkan kecil dan menguntungkan bagi Danantara. Hal ini sejalan dengan posisinya sebagai Dewan Pengawas Danantara.
“Penerbitan obligasi ini adalah urusan antara Danantara Indonesia dengan investor,” ujar Purbaya. Kementerian Keuangan tidak terlibat langsung dalam proses tersebut.
Patriot Bond diterbitkan dalam dua seri dengan tenor lima dan tujuh tahun, masing-masing menawarkan imbal hasil sebesar dua persen.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, sebelumnya menyatakan dana dari Patriot Bond akan difokuskan pada sektor energi baru terbarukan dan konversi sampah menjadi energi.
Patriot Bond dikenal sebagai instrumen pembiayaan strategis yang umum digunakan di negara-negara seperti Jepang dan Amerika Serikat untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional.
Purbaya mengakui belum meninjau secara rinci terkait Patriot Bond.







