Berita

Pesan Menohok Ketua Tim Reformasi Polri: Jadi Polisi Harus Ada Manfaatnya, Stop Sombong!

140
×

Pesan Menohok Ketua Tim Reformasi Polri: Jadi Polisi Harus Ada Manfaatnya, Stop Sombong!

Sebarkan artikel ini
pesan-menohok-ketua-tim-reformasi-polri:-jadi-polisi-harus-ada-manfaatnya,-stop-sombong!
pesan menohok ketua tim reformasi polri: jadi polisi harus ada manfaatnya, stop sombong!

Jakarta – Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, menegaskan bahwa polisi seharusnya dicintai, bukan ditakuti oleh rakyat. Pesan ini disampaikan kepada seluruh anggota Polri.

Chryshnanda menekankan pentingnya setiap anggota Polri memberikan manfaat bagi masyarakat. “Menjadi polisi harus ada manfaatnya. Kalau tidak ada manfaatnya, maka tidak ada gunanya,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa masa jabatan sebagai polisi ada batasnya, sementara menjadi rakyat tidak terbatas.

Lebih lanjut, Chryshnanda meminta seluruh personel Polri untuk menghentikan sikap arogan, berbohong, dan menyakiti masyarakat. Ia mendorong anggota Polri untuk hadir dengan ketulusan, empati, dan integritas.

“Jadilah polisi rakyat. Stop sombong, stop bohong, dan stop menyakiti,” tegasnya.

Menurut Chryshnanda, kepercayaan masyarakat hanya bisa diraih melalui kerendahan hati, kejujuran, dan kepedulian, bukan karena pangkat atau kekuasaan.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan di lingkungan Polri untuk menanamkan moral, etika, dan spiritualitas dalam setiap proses pembinaan, agar melahirkan polisi yang berintegritas, humanis, dan dekat dengan rakyat.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri yang beranggotakan 52 perwira, sesuai dengan Surat Perintah Kapolri Nomor Sprin/2749/IX/2025 tertanggal 17 September 2025.

Tim ini dipimpin oleh Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, dengan wakil ketua Irjen Pol Herry Rudolf Nahak dan Brigjen Pol Susilo Teguh Raharjo.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan staf dan jajaran sebagai langkah responsibilitas dan akuntabilitas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (22/9/2025).