Balongan, Indramayu – Puluhan hektar sawah di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, terancam gagal panen akibat kekeringan. Kondisi ini menghantui petani yang sawahnya mengandalkan air hujan.
Sawah yang baru ditanami padi berusia sekitar 30 hari ini mengalami kekeringan parah. Minimnya sumber air menjadi penyebab utama.
Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat. Mereka menyiapkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari kerugian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto, menyatakan pihaknya mengalokasikan Rp460 juta untuk membiayai AUTP pada tahun 2025. Program ini akan mencakup 2.580 hektare lahan sawah.
Petani hanya perlu membayar premi Rp180 ribu per hektare untuk mendapatkan perlindungan jika gagal panen.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan asuransi gagal panen senilai Rp 6 juta per hektare. Dana ini bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT).
“Program ini bukan hanya soal subsidi atau bantuan, tetapi soal rasa aman,” ujar Sugeng.
Perlindungan melalui BTT menjadi strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi petani.












