Jakarta – Keluarga Mohamad Ilham Pradipta (37), kepala cabang pembantu (Kacab) sebuah bank BUMN, mengungkap kejanggalan sebelum korban diculik dan ditemukan tewas di Bekasi. Korban diduga kuat merasa diintai sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Polisi telah menangkap 15 terduga pelaku. Satu pelaku berinisial EG masih buron.
Dua prajurit TNI dari Kopassus, Serka N dan Kopda FH, juga terlibat dan kini ditahan Pomdam Jaya.
Kuasa hukum keluarga, Boyamin Saiman, mengungkapkan Ilham sempat tidak memarkirkan mobilnya di rumah.
“Parkir mobil di luar kompleks, nggak pernah itu. Jadi dititipkan satpam, jalan kaki sekitar 300-400 meter,” kata Boyamin, Kamis (18/9/2025).
Korban juga tiba-tiba kembali merokok, padahal sudah lama berhenti. Keluarga juga melihat mobil mencurigakan memantau rumah Ilham di Bogor.
Orang tak dikenal bahkan mendatangi kantor cabang di Cempaka Putih dengan alasan mengurus ATM, namun memaksa bertemu pimpinan.
Keluarga mendesak polisi menjerat pelaku dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, selain pasal penculikan.
“Enggak ada ceritanya terus, kalau niat tidak membunuh kan lakbannya dibuka. Kan unsur pembunuhannya kan. Menurut saya itu sudah nggak bisa sesuatu yang dikurangi sedikitpun. Bahwa ini pembunuhan,” tegas Boyamin.
Ilham ditemukan tewas sehari setelah diculik paksa di Lotte Grosir Pasar Rebo pada 20 Agustus 2025. Jasadnya ditemukan di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mata dilakban.







