Berita
Nasional
Senin, 15 September 2025 – 07:21 WIB
Gowa, VIVA – Sebuah video aksi protes sekelompok ibu-ibu terhadap aktivitas tambang pasir ilegal di Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Menyusul kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama TNI turun tangan melakukan penertiban.
Polres Gowa bersama TNI menyegel empat titik lokasi tambang pasir galian C yang berada di Kecamatan Bontonompo dan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penyegelan dilakukan pada Minggu, 14 September 2025, di Dusun Mandengeng dan Dusun Bonto Baddo, Desa Tindang.
Aparat bersiap-siap sebelum segel tambang pasir ilegal di Gowa Photo :
Idris Tajannang/tvOne Operasi gabungan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Darwis, bersama Kasat Reskrim AKP Bahtiar dan Kasat Samapta AKP Cahyadi. Aparat bergerak ke lapangan setelah menerima laporan keresahan warga terkait aktivitas penambangan yang dekat dengan pemukiman.
Meski saat didatangi aparat tidak ditemukan aktivitas tambang, polisi tetap memasang garis polisi untuk mencegah kegiatan serupa kembali beroperasi.
“Kami melakukan langkah hukum dengan penyegelan dan penyelidikan lebih lanjut terkait perizinan tambang ini,” kata Kompol Darwis saat memimpin operasi.
Selain itu, petugas juga mengidentifikasi seorang operator alat berat yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan tersebut. Kini, penyidik Polres Gowa tengah menelusuri sejak kapan kegiatan itu berlangsung dan siapa pihak yang bertanggung jawab di baliknya.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bahtiar, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas bila tambang ilegal tersebut nekat beroperasi kembali.
“Harapan kami, tidak ada lagi dugaan aktivitas tambang di lokasi tersebut. Kalau ada, segera lapor ke kami,” tegas Bahtiar.
Sebelumnya, video protes warga yang mayoritas ibu-ibu sempat ramai dibagikan di media sosial. Mereka mempersoalkan dampak buruk aktivitas tambang yang dinilai merusak jalan, mengganggu lingkungan, serta mengancam keselamatan warga sekitar.
Melalui penindakan ini, Polres Gowa berharap keresahan masyarakat bisa teratasi sekaligus memberi efek jera bagi pelaku tambang ilegal.
“Kegiatan operasi gabungan tambang ilegal ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan.” tutupnya. (Idris Tajannang/tvOne/Gowa)
Halaman Selanjutnya
“Harapan kami, tidak ada lagi dugaan aktivitas tambang di lokasi tersebut. Kalau ada, segera lapor ke kami,” tegas Bahtiar.







