Berita

Karhutla Meluas, Sumbar Ajukan Hujan Buatan Atasi Kebakaran

69
×

Karhutla Meluas, Sumbar Ajukan Hujan Buatan Atasi Kebakaran

Sebarkan artikel ini
karhutla-meluas,-pemkab-lima-puluh-kota-sumbar-minta-hujan-buatan
karhutla meluas, pemkab lima puluh kota sumbar minta hujan buatan

Padang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Lebih dari 100 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar.

BPBD Lima Puluh Kota telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memadamkan api.

Rahmadinol, Kepala BPBD Lima Puluh Kota, menyebutkan bahwa kondisi karhutla semakin meluas. “Diperkirakan sudah mencapai 100 hektare lebih,” ujarnya, Rabu (23/7).

Kemarau panjang menjadi penyebab utama kebakaran yang melanda 10 kecamatan dan 16 nagari. Kecamatan terdampak meliputi Harau, Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Akabiluru, Luak, Suliki, Pangkalan Koto Baru, Bukik Barisan, Mungka, dan Guguak.

Pemkab Lima Puluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat sejak 17 Juli hingga 30 Juli 2025. Status ini bertujuan mempercepat dan mempermudah penanganan karhutla.

Pemerintah daerah juga telah menyurati BMKG untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, membenarkan adanya permintaan tersebut. “Benar, ada permintaan agar dilakukan TMC,” katanya.

Permintaan tersebut telah disetujui oleh BMKG Pusat dan BNPB.

Rencananya, proses TMC akan dimulai pada 25 atau 26 Juli. Hujan buatan tidak hanya akan menyasar Lima Puluh Kota, tetapi juga daerah lain yang mengalami karhutla.