Berita

Transportasi Lesu, IHSG Terkoreksi Tutup Sesi Perdagangan

75
×

Transportasi Lesu, IHSG Terkoreksi Tutup Sesi Perdagangan

Sebarkan artikel ini
ihsg-ditutup-melemah-dipimpin-sektor-transportasi-dan-logistik
ihsg ditutup melemah dipimpin sektor transportasi dan logistik

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (1/7/2025), dipicu oleh performa kurang memuaskan sektor transportasi dan logistik. IHSG ditutup pada level 6.915,36, turun sebesar 12,32 poin atau 0,18 persen. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 2,07 poin atau 0,27 persen, berada di posisi 770,58.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, pada hari Selasa (1/7/2025) menjelaskan bahwa bursa regional Asia mengalami penguatan, mengikuti sentimen positif dari bursa AS yang didorong oleh meredanya kekhawatiran perang dagang dan meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga jangka pendek.

Sementara itu, S&P Global Indonesia melaporkan bahwa indeks manufaktur mengalami kontraksi, turun menjadi 46,9 pada Juni 2025 dari 47,4 pada Mei 2025. S&P Global mencatat penurunan aktivitas pasar akibat kurangnya minat pelanggan dalam melakukan pemesanan baru.

Penurunan penjualan ini terutama dipengaruhi oleh pasar domestik, sementara kinerja ekspor relatif stabil. Kontraksi indeks manufaktur ini mengindikasikan tantangan yang dihadapi sektor tersebut, yang berpotensi mempengaruhi berbagai aspek ekonomi, baik di tingkat mikro maupun makro.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca dagang Juni 2025 mencatatkan surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 160 juta dolar AS.

BPS juga melaporkan inflasi Juni sebesar 0,19 persen month to month (mtm), sementara inflasi tahunan mencapai 1,87 persen year on year (yoy), masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Data tersebut memberikan ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga, yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong investasi pelaku usaha, sehingga menopang pertumbuhan ekonomi.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan kebijakan tarif AS yang akan jatuh tempo pada 9 Juli 2025. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa “ada negara-negara yang sedang bernegosiasi dengan itikad baik.”

Namun, ia menambahkan, tarif dapat kembali melonjak ke level yang diumumkan pada 2 April 2025 jika tidak ada kesepakatan yang tercapai karena sikap keras kepala.

Perubahan kebijakan perdagangan AS ini dinantikan oleh sejumlah negara yang terdampak tarif resiprokal yang diterapkan oleh AS.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif baru pada Jepang, mengkritik penolakan negara tersebut untuk mengimpor beras AS, serta mengonfirmasi bahwa tarif 25 persen pada impor mobil Jepang akan tetap berlaku karena ketidakseimbangan perdagangan yang berkelanjutan.

Ancaman ini muncul menjelang tenggat waktu penting, dengan investor mengamati apakah Jepang dapat mencapai perjanjian perdagangan dengan AS sebelum tarif timbal balik 24 persen diberlakukan kembali pada pekan depan.

IHSG dibuka menguat, namun kemudian bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mencatatkan penguatan, dipimpin oleh sektor barang konsumen non primer yang naik 0,77 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik 0,16 persen dan 0,12 persen.

Sementara itu, delapan sektor mengalami koreksi, dengan sektor transportasi & logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 2,23 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor industri yang masing-masing turun 0,84 persen dan 0,78 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain MINA, KRYA, APEX, ARCI, dan BUVA. Sebaliknya, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah BTPN, INDS, SAFE, NIRO, dan LFLO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.115.866 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 17,17 miliar lembar saham senilai Rp11,38 triliun. Terdapat 245 saham yang mengalami kenaikan, 356 saham menurun, dan 191 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Pada penutupan perdagangan Selasa (1/7/2025), bursa saham regional Asia menunjukkan kinerja positif. Indeks Nikkei menguat 445,91 poin atau 1,16 persen ke level 39.908,50, indeks Hang Seng naik 487,65 poin atau 2,06 persen ke 24.072,48, indeks Shanghai menguat 39,98 poin atau 1,15 persen ke 3.457,78, dan indeks Strait Times naik 2,44 poin atau 0,63 persen ke 3.989,64.