Fenesia – Sudah memasuki pertengahan semester ganjil, mahasiswa masih belajar secara daring. Pandemi Covid-19 mengharuskan segala hal lebih baik di lakukan dari rumah.
Banyak keluhan dari mahasiswa maupun siswa, belajar secara daring dianggap sangat tidak efektif. Berikut berbagai curhahatan mahasiswa yang mengeluh kuliah daring tidaklah mudah, mungkin kamu termasuk salah satunya.
Tugas yang menumpuk

Hal ini yang sangat membuat mahasiswa merasa terbebani. Beberapa mahasiswa mengaku diberi tugas dengan alasan kuliah secara online tidak memakan banyak tenaga. Mahasiswa merasa tugas perkuliahan daring lebih menumpuk dibandingkan kuliah secara tatap muka.
Tidak paham materi

Sebagian mahasiswa melakukan perkuliah via zoom dan grup WhatsApp. Belajar memang lebih efektif jika dilakukan secara langsung, faktor kondisi sekitar mempengaruhi tingkat keseriusan.
Bahkan mahasiswa yang kuliah pagi kerap kali tidak mandi terlebih dahulu, sehingga menimbulkan rasa kantuk saat dosen sedang menyampaikan materi.
Jadi sering telat absen kuliah

Satu hal yang kerap lupa dilakukan saat kuliah daring adalah jam perkuliahan. Karena dibuat secara daring, jadi absensi memiliki batas waktu tertentu yang harus diisi tepat pada waktunya.
Namun tidak semua mahasiswa yang bisa mengisi absensi secara mulus. dan tepat waktu. Karena sebagian orang tidak memiliki jaringan internet yang memadai, hal ini membuat banyak mahasiswa yang mengeluh dengan sistem kuliah daring.
Menghabiskan Banyak Kuota

Menggunakan internet tentu saja harus memiliki kuota. Di awal perkuliahan semester ganjil, mahasiwa mengeluh dengan kebutuhan kuota internet yang besar untuk mengikuti perkulihan daring. Melakukan zoom tentu akan memakan banyak kuota, bayangkan saja jika setiap mata kuliah kamu harus ngezoom tentu akan sangat menguras dompet.
Namun kini kemendikbud resmi menyalurkan bantuan kuota internet untuk mahasiswa dan dosen, sebesar 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.
Kuliah daring sulit untuk mahasiswa yang harus praktikum

Dalam perkuliahan secara online sebenarnya tidak masalah ketika itu hanya materi semata. Namun beberapa jurusan mengharuskan adanya praktikum, hal tersebut jelas sulit dilakukan secara daring.
Alat dan bahan yang tidak memadai membuat mahasiwa kesulitan memahami praktikum yang dilakukan.
Hampir semua mahasiswa mengalami beberapa keluhan tadi, namun kita hanya perlu adaptasi dan pintar untuk membagi waktu. Tetap patuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.







