Fenesia – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, mencatatkan lonjakan signifikan dalam peringkat dunia BWF setelah sukses menjuarai turnamen Taipei Open 2026 yang berlangsung di Taipei Arena, pada Rabu (5/8/2026).
Dilansir dari Djarum Badminton, pasangan tersebut kini menempati peringkat ke-58 dunia dengan total 27.770 poin setelah sebelumnya berada di posisi ke-78 dengan 20.770 poin.
Kenaikan sebanyak 20 tingkat tersebut merupakan imbas langsung dari keberhasilan mereka mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia dan Aaron Tai, melalui pertandingan dua gim dengan skor 23-21, 21-19 di babak final.
Gelar juara di Taipei Open 2026 ini merupakan trofi kedua yang diraih oleh Leo dan Daniel sejak mereka kembali dipasangkan pada pertengahan Mei 2026.
Sebelumnya, mereka juga berhasil menjuarai Thailand Open 2026 setelah menaklukkan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, dengan skor 21-12, 25-23.
Pencapaian ini menjadi momen kebangkitan bagi pasangan tersebut setelah sempat mengalami penurunan performa dengan tersingkir di babak-babak awal pada ajang Malaysia Masters 2026, Indonesia Open 2026, Australia Open 2026, dan Macau Open 2026.
Perlu diketahui bahwa Leo dan Daniel sempat mencapai peringkat tertinggi di posisi ke-9 dunia pada 23 Mei 2024 sebelum akhirnya dipisah untuk menjalani rotasi pasangan dengan pemain lain.
Terkait keberhasilan di Taipei Arena, Daniel Marthin mengungkapkan rasa syukurnya atas performa yang mampu membalikkan keadaan saat menghadapi tekanan di lapangan.
“Puji Tuhan bersyukur bisa juara lagi setelah hasil yang kurang memuaskan di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” kata Daniel.
Ia menambahkan bahwa komunikasi intensif di lapangan menjadi kunci utama dalam mengatasi ketertinggalan skor dari lawan saat laga final berlangsung.
“Tadi kami mencoba terus menekan saat sedang di posisi ketinggalan, kami juga terus coba komunikasi untuk membalikan keadaan,” kata Daniel.
Di sisi lain, Leo Rolly Carnando menegaskan bahwa dirinya tidak ingin cepat merasa puas dengan capaian saat ini dan tetap fokus untuk meraih gelar di turnamen-turnamen mendatang.
“Gelar ini untuk kami bangkit lagi, setelah beberapa turnamen ke belakang selalu kalah di babak awal,” kata Leo.
Menurut Leo, ambisi untuk kembali ke jajaran elite dunia menjadi motivasi utama bagi mereka untuk terus menjaga konsistensi permainan.
“Tapi kami tidak boleh cepat puas, kami ingin mengincar gelar-gelar berikutnya,” kata Leo.
Kesuksesan Leo dan Daniel juga memperpanjang tren positif ganda putra Indonesia di kancah internasional setelah sebelumnya Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026 serta China Open 2026.







