Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan perombakan komposisi konstituen indeks IDX30 dengan mengeluarkan emiten batu bara milik negara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta memasukkan emiten Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), yang efektif berlaku mulai periode 3 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026, Selasa (28/7/2026).
Dilansir dari Bursa Efek Indonesia, indeks IDX30 merupakan kumpulan 30 saham pilihan yang diseleksi berdasarkan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, serta dukungan fundamental perusahaan yang dinilai solid.
Data dari RTI Business menunjukkan bahwa pada penutupan perdagangan Senin (27/7), saham DEWA berakhir stagnan di level Rp 442 dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 17,98 triliun.
Meskipun ditutup stagnan, performa saham DEWA tercatat mengalami lonjakan signifikan sebesar 55,63% dalam kurun waktu satu bulan terakhir dan menguat 0,45% dalam satu minggu terakhir.
Di sisi lain, saham PTBA mengalami koreksi sebesar 1,26% dan ditutup pada level Rp 2.360 dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 27,19 triliun.
Pergerakan saham PTBA dalam sebulan terakhir menunjukkan kenaikan sebesar 3,06%, namun dalam satu minggu terakhir saham tersebut mengalami penurunan sebesar 2,48%.
Dalam daftar terbaru indeks IDX30, terdapat berbagai perubahan rasio free float serta bobot indeks bagi emiten-emiten yang tetap bertahan, termasuk penyesuaian bobot pasca evaluasi sebesar 15% cap pada saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI.
Emiten DEWA masuk ke dalam daftar indeks dengan rasio free float sebesar 49,83% dan mendapatkan bobot baru pada indeks sebesar 0,78%.
Keputusan perubahan konstituen ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan oleh pihak otoritas bursa untuk memastikan indeks mencerminkan kondisi pasar yang paling representatif.
Seluruh penyesuaian jumlah saham untuk perhitungan indeks akan dilakukan secara otomatis oleh BEI jika terjadi aksi korporasi sebelum tanggal efektif.
Aksi korporasi yang dapat memengaruhi penyesuaian tersebut meliputi stock split, reverse stock, right issue, penerbitan saham bonus, serta pembagian dividen saham.
Selain DEWA dan PTBA, pergeseran bobot juga dialami oleh emiten lain seperti ASII yang bobotnya naik menjadi 7,20% dan TLKM yang bobotnya turun menjadi 8,66% pasca evaluasi.
Indeks IDX30 tetap menjadi salah satu acuan utama bagi para pelaku pasar dalam memantau kinerja saham-saham berkapitalisasi besar di Indonesia.
Seluruh data mengenai rasio dan bobot saham yang tercantum dalam evaluasi ini bersifat final sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak Bursa Efek Indonesia.






