Berita

Bukan Lamine Yamal, Pemain Ini Jadi Kunci Spanyol Juara Dunia

23
×

Bukan Lamine Yamal, Pemain Ini Jadi Kunci Spanyol Juara Dunia

Sebarkan artikel ini
Pemain timnas Spanyol, Rodri, sedang menggiring bola di lapangan hijau saat pertandingan sepak bola.
Gelandang timnas Spanyol, Rodri, dinilai sebagai faktor penentu kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Fenesia – Timnas Spanyol bersiap menghadapi Argentina dalam partai final Piala Dunia 2026 pada Jumat (17/7/2026) untuk memperebutkan gelar juara dunia kedua mereka di tengah sorotan terhadap peran krusial para pemain kunci di lapangan.

Dilansir dari OKX via Goal Internasional, manajer teknis Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa gelandang Rodri merupakan faktor penentu yang paling vital bagi kesuksesan Spanyol dibandingkan pemain muda lainnya.

Meskipun publik banyak menyoroti talenta muda seperti Lamine Yamal, Guardiola menilai bahwa keseimbangan tim sangat bergantung pada performa prima sang gelandang jangkar.

“Jika Rodri mampu membuktikan dirinya di lini tengah bersama Pedri dan Lamine dan jika ia dalam kondisi terbaiknya, Spanyol bisa membuat perbedaan,” kata Guardiola.

Peran Rodri dianggap krusial karena ia memiliki kapasitas untuk mengendalikan ritme permainan, sebagaimana yang ia tunjukkan saat membantu Manchester City meraih treble winner pada musim 2022-2023.

Statistik mencatat bahwa Rodri pernah membawa Manchester City dalam rekor tidak terkalahkan selama 74 laga beruntun antara Februari 2023 hingga Mei 2024.

Kontribusi nyata Rodri juga terlihat saat Spanyol menyingkirkan Prancis di babak semifinal dengan skor 2-0.

Dalam laga tersebut, pemenang Ballon d’Or 2024 ini mencatatkan 6 kontribusi pertahanan, 2 sapuan, dan 2 recovery bola.

Ia juga memenangkan 7 dari 12 duel di lapangan serta sukses dalam 4 duel udara selama 90 menit pertandingan melawan tim nasional Prancis.

Di sisi lain, Lamine Yamal tetap menjadi fenomena yang mencuri perhatian karena rekornya yang belum pernah kalah dalam waktu normal saat tampil sebagai starter.

Catatan impresif Yamal meliputi 21 kemenangan dan 6 hasil imbang selama dipercaya oleh pelatih Luis de la Fuente.

Pergerakan Yamal di sektor kanan penyerangan terbukti menjadi pembeda saat ia memicu penalti yang dikonversi menjadi gol oleh Mikel Oyarzabal ke gawang Prancis.

Kehadiran generasi emas seperti Pau Cubarsi, Pedri, dan Nico Williams semakin melengkapi kedalaman skuad La Furia Roja di turnamen ini.

Namun, Argentina sebagai juara bertahan tetap menjadi lawan yang sangat berat karena memiliki solidaritas tinggi di bawah kepemimpinan Lionel Messi.

Pertandingan final ini menjadi ajang pembuktian bagi Spanyol untuk menguji efektivitas sistem permainan yang memadukan pengalaman Rodri dengan energi para pemain muda.

Keberhasilan Spanyol dalam menambah bintang di jersei mereka akan sangat bergantung pada disiplin taktis di lini tengah saat menghadapi agresivitas La Albiceleste.