Jakarta – Industri drama Korea kini kian gencar mengangkat isu krusial seperti praktik korupsi yang melibatkan pejabat, jaksa, hingga kalangan elite.
Berbagai serial mengemas penyalahgunaan kekuasaan tersebut ke dalam alur cerita menegangkan yang sarat akan intrik politik dan hukum.
Narasi utama dalam genre ini kerap berfokus pada perjuangan tokoh protagonis dalam membongkar kejahatan sistemik.
Salah satu karya yang menonjol adalah serial Stranger yang dirilis perdana pada 2017.
Drama ini menyoroti korupsi di lembaga negara dengan narasi yang relevan terhadap dinamika sosial saat ini.
Sutradara Ahn Gil-ho menyatakan bahwa Stranger dirancang untuk menyampaikan nilai keadilan universal agar mudah dipahami penonton.
Ia mengakui bahwa mengangkat dunia kejaksaan ke layar kaca bukanlah perkara mudah.
“Namun, pesan yang ingin kami sampaikan adalah tentang keadilan, sesuatu yang bisa dirasakan oleh semua orang,” ujar Ahn Gil-ho.
Jalan cerita berfokus pada dinamika antara Hwang Si-mok, seorang jaksa logis, dengan Han Yeo-jin, polisi idealis yang penuh empati.
Kehidupan Si-mok berubah drastis saat ia mengusut kasus pembunuhan berantai yang sarat akan motif keserakahan dan dendam pribadi.
Semakin dalam penyelidikan dilakukan, Si-mok justru terseret ke dalam pusaran korupsi yang mengancam nyawanya.
Berbeda dengan drama pada umumnya yang kerap didominasi kisah fantasi romantis, Stranger menyajikan realisme hukum dan politik yang tajam.







