Internasional

Iran Balas Serang Target Militer AS di Tengah Ketegangan Regional

16
×

Iran Balas Serang Target Militer AS di Tengah Ketegangan Regional

Sebarkan artikel ini
01987407f462f6bb7398ff596518ae4d.jpg
01987407f462f6bb7398ff596518ae4d.jpg

Teheran – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Langkah militer ini diambil sebagai respons atas agresi udara yang sebelumnya dilancarkan Washington terhadap wilayah pesisir Iran.

IRGC menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat merupakan pola pelanggaran komitmen yang terus berulang.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebutkan bahwa Washington kerap menggunakan berbagai dalih untuk membenarkan tindakan agresifnya.

Salah satu alasan yang sering dikemukakan pihak AS adalah klaim mengenai adanya kapal yang melintasi rute tidak sah di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan telah melakukan serangan terhadap target-target tertentu di Iran.

CENTCOM mengeklaim aksi tersebut merupakan balasan atas serangan pesawat nirawak Iran terhadap kapal kargo berbendera Singapura, MV Ever Lovely, pada hari Kamis.

Menurut versi Amerika Serikat, insiden serangan pesawat nirawak itu terjadi saat kapal kargo tersebut sedang meninggalkan Selat Hormuz di sepanjang pantai Oman.

Pemerintah Republik Islam Iran secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut.

Teheran menolak klaim bahwa mereka menargetkan objek non-militer dalam operasi militernya.

Pihak Iran bahkan memberikan peringatan keras mengenai potensi adanya operasi false flag yang sengaja dirancang untuk mengkambinghitamkan posisi mereka.

Lebih lanjut, Angkatan Laut IRGC menuding Amerika Serikat berupaya merusak nota kesepahaman (MoU) yang baru saja disepakati kedua belah pihak melalui berbagai bentuk provokasi di lapangan.

Pernyataan IRGC mengisyaratkan bahwa serangan balasan yang dilakukan saat ini merupakan konsekuensi langsung dari tindakan provokatif tersebut.

Pihak militer Iran menegaskan bahwa mereka telah memberikan tanggapan yang diperlukan atas pelanggaran komitmen yang dilakukan Amerika Serikat.

Mereka pun memberikan peringatan bahwa pola serupa akan diterapkan jika terjadi pelanggaran di masa mendatang.

Jika agresi dari pihak Amerika Serikat terus berulang, pihak Iran menyatakan siap memberikan tanggapan yang jauh lebih luas.

Kendati demikian, pihak IRGC tidak merinci lokasi persis atau koordinat sasaran militer AS yang menjadi target serangan balasan mereka.

Pengamat militer menilai, serangan balasan semacam ini biasanya menyasar pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Asia Barat.

Ketegangan yang meningkat ini terjadi tidak lama setelah adanya kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS saat itu, Donald Trump, pada 7 April lalu.

Penandatanganan MoU tersebut diharapkan mampu meredam ketegangan, namun realitas di lapangan menunjukkan dinamika yang berbeda.

Situasi di Selat Hormuz kini terpantau semakin rentan terhadap eskalasi militer akibat saling tuduh antara Teheran dan Washington.