FeedSport

Tan Cheng Hoe Resmi Nakhodai Timnas Malaysia Gantikan Peter Cklamovski

14
×

Tan Cheng Hoe Resmi Nakhodai Timnas Malaysia Gantikan Peter Cklamovski

Sebarkan artikel ini
7359146cbaf5fea3c296be90fb32c6cf.jpg
7359146cbaf5fea3c296be90fb32c6cf.jpg

Fenesia – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi menunjuk Tan Cheng Hoe sebagai pelatih interim Timnas Malaysia.

Langkah ini diambil menyusul berakhirnya masa jabatan pelatih asal Australia, Peter Cklamovski, yang sebelumnya memimpin Harimau Malaya.

Penunjukan Tan Cheng Hoe merupakan upaya cepat FAM untuk memastikan stabilitas tim nasional tetap terjaga.

Agenda kompetisi internasional yang padat menuntut otoritas sepak bola Malaysia untuk segera menempatkan sosok yang memahami kondisi internal tim.

Sosok berusia 58 tahun tersebut bukanlah wajah asing dalam ekosistem sepak bola di Negeri Jiran.

Sebelum menerima tanggung jawab sebagai pelatih interim, Tan Cheng Hoe menjabat sebagai Direktur Teknik FAM.

Dalam posisi tersebut, ia terlibat aktif dalam merancang dan mengawasi program pengembangan sepak bola nasional secara menyeluruh.

Kembalinya Tan Cheng Hoe ke kursi kepelatihan tim nasional menarik perhatian besar dari masyarakat serta pengamat sepak bola Malaysia.

Pria ini memiliki rekam jejak yang panjang, terutama saat menangani Timnas Malaysia pada periode 2018 hingga 2022.

Ia dikenal sebagai salah satu pelatih lokal dengan pemahaman karakter pemain Malaysia yang paling mendalam dalam satu dekade terakhir.

Sebelum memegang kendali tim senior, ia telah mengabdi sebagai asisten pelatih di berbagai kelompok usia, termasuk Malaysia U-19 dan skuad Harimau Muda.

Pencapaian tertingginya terjadi pada ajang Piala AFF 2018, di mana ia berhasil membawa Malaysia melaju hingga babak final.

Meskipun saat itu harus puas sebagai runner-up, performa tersebut dianggap sebagai momen kebangkitan bagi sepak bola Malaysia di kawasan Asia Tenggara.

Selain prestasi di level tim nasional, Tan Cheng Hoe juga memiliki portofolio yang solid di level klub.

Saat melatih Kedah, ia berhasil mempersembahkan gelar juara Malaysia Premier League 2015 dan Malaysia Cup 2016.

Berkat dedikasi dan prestasinya, ia pernah dianugerahi gelar Pelatih Terbaik dalam ajang tahunan FAM Football Awards.

Setelah sempat berpisah dengan tim nasional pada 2022, ia melanjutkan karier kepelatihannya bersama Selangor FC.

Ia juga sempat menjajal tantangan di luar negeri dengan melatih klub Thailand, Police Tero FC, sebelum akhirnya kembali ke FAM sebagai Direktur Teknik pada 2025.

Kini, tugas berat kembali menanti Tan Cheng Hoe untuk memimpin skuad Harimau Malaya di tengah berbagai agenda internasional yang sudah menanti.

Pengalaman panjangnya sebagai pemain, pelatih klub, hingga arsitek tim nasional menjadi modal utama dalam menjalankan tugas ini.

Kedekatannya dengan sistem sepak bola Malaysia diyakini akan mempercepat proses adaptasi dan pengambilan keputusan strategis di lapangan.

Banyak pihak menilai bahwa penunjukan ini merupakan langkah yang logis dan aman bagi FAM untuk menjaga ritme kompetitif tim.

Publik kini menantikan racikan taktik Tan Cheng Hoe dalam menghadapi tantangan internasional berikutnya.

9e2db70fc7d81ed05b6040ad84efaebf.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Afrika Selatan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 lewat gol Thapelo Maseko dan finis sebagai runner-up Grup A dengan 4 poin. Ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya Afrika Selatan berhasil menembus fase gugur setelah sebelumnya selalu tersingkir di fase grup (1998, 2002, 2010). Kelolosan ini juga didukung format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim yang turut disorot…

4559797a78d5c3a06e81ab5ec42ffd1a.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Swiss dan Kanada sama-sama berada di ambang lolos ke babak 32 besar, tetapi laga terakhir Grup B akan menentukan siapa yang finis sebagai juara grup. Pertandingan diprediksi berlangsung seimbang dan hati-hati karena kedua tim hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi masing-masing di fase gugur. Anggota Indo Barca, Richardo Liwang beranggapan Swiss dan Kanada memiliki kualitas yang sama diprediksi akan lolos…