Berita

Warga Pidie Jaya Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Usaha Kecil di Huntara

16
×

Warga Pidie Jaya Bangkitkan Ekonomi Keluarga Lewat Usaha Kecil di Huntara

Sebarkan artikel ini

Pidie Jaya – Warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai memanfaatkan dana stimulan pemerintah tidak hanya untuk memperbaiki rumah, tetapi juga sebagai modal usaha kecil di kawasan hunian sementara (huntara).

Di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, sejumlah penyintas mengembangkan usaha mikro untuk menopang kebutuhan keluarga di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana. Bantuan yang mereka terima kini beralih fungsi menjadi sumber penghasilan baru setelah masa pemulihan awal.

Salah satunya Milawati. Ia menggunakan dana stimulan sebesar Rp8 juta dan bantuan koperasi Rp200 ribu untuk bangkit kembali.

Meski sempat terkendala banjir susulan saat proses pembersihan rumah, Milawati tetap melanjutkan upayanya.

Kini, ia membuka usaha makanan ringan di kawasan huntara. “Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,” ujar Milawati saat ditemui di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, awal Juni 2026.

Hal serupa dilakukan Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya. Ia mengalokasikan sebagian dana stimulan yang diterimanya sebagai modal usaha kecil dengan menjual berbagai makanan dan minuman untuk warga sekitar.

Menurut Salwati, usaha itu kini menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan belanja harian.

Di tengah terbatasnya kesempatan kerja pascabencana, inisiatif warga seperti Milawati dan Salwati menjadi salah satu cara menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Kehadiran usaha mikro di kawasan huntara juga menunjukkan bahwa bantuan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah melampaui fungsi pemulihan fisik.

Kisah keduanya memperlihatkan optimisme warga Pidie Jaya dalam menata kehidupan setelah bencana. Dukungan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak pun ikut membuka ruang bagi tumbuhnya harapan baru di tengah keterbatasan.