Ecozone

JEC Bidik Dana Rp683 Miliar Melalui Penawaran Umum Perdana Saham

25
×

JEC Bidik Dana Rp683 Miliar Melalui Penawaran Umum Perdana Saham

Sebarkan artikel ini
39b0392ecc5418ab3dea3cfc90f9181b.jpg
39b0392ecc5418ab3dea3cfc90f9181b.jpg

Jakarta – PT Nitrasanata Dharma, perusahaan yang mengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata JEC Eye Hospitals & Clinics, resmi memulai langkah untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini akan melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dengan menggunakan kode saham JECX.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada Senin (22/6), calon emiten ini menawarkan sebanyak-banyaknya 487,98 juta lembar saham kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Selain menawarkan saham baru, JECX juga menyertakan penawaran saham divestasi milik DR. Dr. Waldenius Girsang, SpM(K). Saham divestasi yang ditawarkan mencapai 162,88 juta lembar atau mewakili 2 persen dari modal ditempatkan dan disetor pasca penawaran umum.

Manajemen JECX menetapkan rentang harga penawaran saham di kisaran Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per lembar. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan berpotensi mengumpulkan total dana segar mencapai Rp 683,17 miliar.

Dari total potensi perolehan dana tersebut, sekitar Rp 455,45 miliar berasal dari penawaran umum saham baru. Sementara itu, sisanya yakni sekitar Rp 227,72 miliar merupakan hasil dari penawaran umum saham divestasi.

Bersamaan dengan proses IPO ini, perusahaan juga menjalankan program alokasi saham karyawan. JECX mengalokasikan sebanyak 11,16 juta lembar saham atau sekitar 2,29 persen dari total jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO untuk para karyawan.

Penggunaan dana hasil penawaran umum saham baru, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, telah ditentukan peruntukannya. Sebagian dana akan difokuskan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pembayaran utang.

Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp 49 miliar untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Selain itu, sebesar Rp 100 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.

Sebagian dana lainnya, yakni sebesar Rp 185 miliar, akan disalurkan kepada perusahaan anak. Rincian alokasinya meliputi Rp 50 miliar untuk PT Nitra Sanata Bali, serta pemberian pinjaman sebesar Rp 100 miliar kepada PT Orbita.

Selain itu, sebesar Rp 35 miliar akan disalurkan sebagai pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera. Sisa dari dana hasil IPO akan digunakan oleh perusahaan untuk modal kerja.

Modal kerja tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari perusahaan. Dana ini akan digunakan secara bertahap dengan batas waktu penggunaan maksimal hingga 31 Desember 2027.

31fa21a33e21c3732392af3637c2dad6.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga komoditas minyak di pasar global kompak melemah dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data Trading Economic pada Senin (22/6/2026) pukul 12.45 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak berjangka berada di level US$ 75,4 per barel atau melemah 2,5% harian dan 19,7% dalam sebulan.​ Sejalan dengan itu, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 juga tercatat melemah 1,5% sehari…

f1e1450586fe5a3290e3643a15d335e6.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan awal pekan ini, Senin (22/6/2026). Mengutip Bloomberg, pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 naik 1.050,75 poin atau 1,47% ke 72.301,38, Hang Seng turun 113,05 poin atau 0,47% ke 23.811,76, Taiex naik 982,15 poin atau 2,12% ke 4.7498,55, Kospi naik 143,72 poin atau 1,50% ke 9.188,62, ASX 200 naik 7,13 poin atau 0,08% ke 8.835,80, Straits Times turun 14,77 poin atau 0,25% ke 5.179,09…

e11c6264e88988b84bc937778677fe03.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kesempatan terakhir untuk mendapatkan dividen bernilai besar dari perusahaan tambang milik negara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Hari ini, Senin 22 Juni 2026 adalah cum dividen date saham PTBA yang bernilai Rp 11.400 per lot. Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak pembayaran dividen. Investor yang membeli saham sebelum cum diviiden date berakhir dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan (recording…