Agam – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjajaki skema pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Langkah ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam kolaborasi lintas sektor antara BNPB, PNM, dan Pemerintah Kabupaten Agam.
Penjajakan dilakukan melalui kunjungan lapangan ke wilayah Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, serta Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, pada Sabtu (20/6).
Rombongan peninjau dipimpin oleh Ketua Unsur Pengarah I BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, bersama jajaran direksi PT PNM dan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi AR.
Komisaris Utama PT PNM, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan pihaknya sedang merumuskan pola pembiayaan yang tepat agar warga terdampak dapat kembali menjalankan usaha produktif mereka.
Ia menegaskan, PNM tengah mengkaji strategi terbaik untuk memastikan kontribusi maksimal dalam memulihkan ekonomi pascabencana.
Menurut Dradjad, dukungan itu secara spesifik difokuskan pada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah.
Skema pembiayaan yang disusun akan tetap berpijak pada prinsip profesional, tetapi dirancang lebih fleksibel untuk meringankan beban ekonomi masyarakat terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd. Lutfi AR, menyambut baik langkah tersebut.
Ia menekankan pentingnya pemulihan yang komprehensif.
Menurut dia, pembangunan kembali infrastruktur fisik harus dibarengi dengan upaya sistematis untuk membangkitkan roda perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Agam berharap sinergi ini dapat menghasilkan program pembiayaan yang tepat sasaran.
Dengan begitu, masyarakat dapat segera bangkit, kembali memperoleh penghasilan, dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana.







