Berita

Menakar Langkah Strategis Herdman dalam Peta Jalan Timnas Indonesia

17
×

Menakar Langkah Strategis Herdman dalam Peta Jalan Timnas Indonesia

Sebarkan artikel ini
eafc9fe648dc22fc0ebf6b6563025590.jpg
eafc9fe648dc22fc0ebf6b6563025590.jpg

Jakarta – Sejak resmi menukangi tim nasional Indonesia pada 3 Januari 2026, pelatih John Herdman telah memimpin skuad Garuda dalam empat pertandingan persahabatan. Hasil positif yang diraih dalam agenda FIFA Matchday tersebut membawa dampak signifikan bagi posisi Indonesia di peta sepak bola dunia.

Dalam empat laga yang dijalani, Indonesia mencatatkan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts & Nevis pada 27 Maret, disusul kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada 30 Maret. Tren positif berlanjut pada Juni dengan kemenangan 3-0 atas Oman pada 5 Juni dan 1-0 atas Mozambik pada 9 Juni. Rentetan hasil ini mengerek peringkat FIFA Indonesia naik empat tingkat, dari posisi 122 ke peringkat 118 dunia.

Meskipun empat pertandingan dianggap terlalu dini untuk menilai kinerja jangka panjang, performa tim di lapangan memberikan indikasi awal mengenai arah perkembangan skuad. Respons publik terhadap kinerja pelatih asal Inggris tersebut cenderung positif. Banyak pengamat menilai Herdman mulai berhasil menanamkan identitas permainan yang lebih terorganisasi, agresif saat merebut bola, serta disiplin dalam skema pertahanan.

Sejumlah analis menyoroti keberhasilan Herdman dalam membangun keseimbangan antara fondasi yang ditinggalkan pelatih sebelumnya dengan kebutuhan taktis tim saat ini. Transisi antarlini dinilai berjalan lebih rapi, sementara pertahanan timnas tampil lebih solid dengan catatan hanya kebobolan satu gol melalui titik penalti.

Pelatih berlisensi C PSSI, Topas Wiyantoro Pamungkas, menilai racikan sistem dan organisasi permainan Herdman terlihat lebih kompak. Menurutnya, pemahaman mendalam antar pemain yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir menjadi faktor krusial yang mampu dimaksimalkan oleh sang pelatih.

Topas menambahkan bahwa Herdman mampu menutupi celah taktis yang sebelumnya kerap muncul. Namun, ia menekankan bahwa evaluasi menyeluruh baru bisa dilakukan ketika timnas Indonesia diuji oleh lawan dengan kualitas yang jauh lebih tinggi.

PSSI memberikan kepercayaan kepada Herdman dengan pertimbangan reputasi internasionalnya. Pria berusia 50 tahun tersebut dikenal sukses membawa tim nasional Kanada menembus putaran final Piala Dunia 2022 setelah absen selama tiga dekade. Kini, ia mengemban tanggung jawab untuk membawa skuad Garuda mencapai ambisi tampil di putaran final Piala Dunia 2030.

Herdman terikat kontrak selama dua tahun hingga 2028 dengan opsi perpanjangan hingga 2030. Rentang waktu tersebut menjadi ruang baginya untuk menyempurnakan filosofi permainan. Ujian sesungguhnya bagi sang pelatih akan tersaji dalam ajang AFF Championship 2026 pada Juli hingga Agustus mendatang, serta Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Dalam membangun tim, Herdman memanfaatkan fondasi pemain berkualitas, termasuk mereka yang berkiprah di kompetisi Eropa seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Kevin Diks, Maarten Paes, Joey Pelupessy, Justin Hubner, dan Ole Romeny. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya regenerasi dengan melibatkan pemain muda seperti Dony Tri Pamungkas dan Matthew Baker.

Herdman memandang tim nasional harus menjadi wadah bagi lintas generasi, di mana pemain senior berperan sebagai pemimpin, sementara talenta muda disiapkan untuk menjaga kesinambungan performa. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tim secara berkelanjutan, baik melalui pemain yang berkarier di luar negeri maupun penguatan potensi dari kompetisi domestik.