Bandung – Tato di tangan menjadi satu-satunya tanda yang membantu keluarga mengenali YTR, perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang diduga menjadi korban penyekapan selama tiga tahun. Perubahan fisik yang dialaminya membuat keluarga sempat nyaris tak percaya bahwa perempuan yang mereka temui adalah anggota keluarga yang selama ini dicari.
Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian, keluarga akhirnya kembali bertemu dengan YTR. Namun, pertemuan yang seharusnya menjadi momen haru itu justru berubah menjadi pengalaman emosional yang berat bagi keluarga.
Rasa syukur karena sang adik berhasil ditemukan bercampur dengan kesedihan dan kemarahan ketika melihat kondisinya sangat memprihatinkan. Kisah itu diungkap kakak korban, Afif, bersama istrinya, Melani, saat berbincang dalam podcast Maia Estianty.
Mereka menceritakan detik-detik pertama saat melihat YTR setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar. Afif mengaku sulit menggambarkan perasaannya ketika itu.
“Rasanya gimana ya, sakit, tapi seneng bisa ketemu juga, tapi shock marah campur aduk semua lebih ke kecewa,” ungkap Afif yang dikutip pada Minggu, 21 Juni 2026.
Afif menuturkan, sebelum menghilang, YTR merupakan sosok perempuan yang sehat dan tidak memiliki masalah fisik apa pun. Karena itu, kondisi yang ia lihat saat pertemuan kembali menjadi pukulan berat bagi keluarga.
“Dari yang sebelumnya dari awal kan dia pergi baik-baik aja, muka juga ya cantik gitu kan gak ada yang kurang lengkap semuanya gitu, sampe kemaren ketemuin,” lanjutnya.
Selama tiga tahun tidak diketahui keberadaannya, YTR diduga mengalami penyekapan dan berbagai bentuk kekerasan yang meninggalkan luka pada tubuhnya. Dampaknya bukan hanya terlihat pada kondisi kesehatan, tetapi juga pada perubahan fisik yang sangat mencolok.
Afif mengaku hampir tidak mengenali adiknya sendiri. Bahkan, jika bertemu secara tidak sengaja di jalan, ia merasa kemungkinan besar tidak akan menyadari bahwa perempuan itu adalah YTR.
“Kalo yang selewat itu mungkin gak kenal dia karena dari struktur muka pun udah berubah bengkak semua,” katanya.
Pembengkakan pada wajah korban membuat penampilannya jauh berbeda dibandingkan sebelum ia menghilang. Hal itu menjadi salah satu alasan keluarga begitu terkejut saat kembali melihatnya.







